Jakarta|EGINDO.co Budiyanto, pemerhati transportasi dan hukum, menegaskan pentingnya pemanfaatan sungai dan danau di Indonesia sebagai infrastruktur transportasi. Dalam sejarahnya, penggunaan sungai dan danau sebagai sarana transportasi telah dimulai sejak zaman nenek moyang, jauh sebelum revolusi industri di Eropa yang memperkenalkan kapal uap. Inovasi ini, menurut Budiyanto, telah menginspirasi perkembangan transportasi baik di darat maupun laut.
Indonesia, dengan karakteristik wilayah yang meliputi daratan, sungai, muara, dan laut, memiliki potensi besar untuk pengembangan transportasi air. Budiyanto menekankan bahwa perlu adanya peningkatan pada sarana dan prasarana transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, termasuk aspek kuantitas, kualitas, sumber daya manusia, dan pelayanan.
Meskipun ada potensi besar, Budiyanto mengkritik pemanfaatan sungai dan danau yang masih kurang optimal. Ia menyebutkan bahwa masalah kemacetan lalu lintas darat yang menyebabkan kerugian ekonomi dan polusi udara semakin parah. Untuk mengatasi hal ini, Budiyanto mengusulkan perluasan dan pengerukan sungai dan danau agar dapat mendukung pengembangan sarana transportasi.
Budiyanto juga mengingatkan bahwa pada masa Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, pernah ada rencana pengembangan transportasi air untuk pariwisata yang pada akhirnya tidak berkembang. Ia menilai bahwa keterbatasan infrastruktur jalan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi dan kendaraan menyebabkan kemacetan yang tidak terhindarkan.
Dia menekankan perlunya inovasi dan komitmen kuat dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengembangkan transportasi air. Pengembangan transportasi air, menurutnya, tidak hanya dapat mengurangi kemacetan di transportasi darat tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan dan keberlanjutan sungai serta danau. “Optimalisasi sungai dan danau sebagai infrastruktur transportasi penyebrangan sangat penting,” tegasnya. (Sn)