Pengamat: Karakter Lalu Lintas Selama Bulan Ramadhan

Ilustrasi - Ngabuburit di Bulan Ramadhan
Ilustrasi - Ngabuburit di Bulan Ramadhan

Jakarta | EGINDO.co    – Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengungkapkan, pengamatan secara empiris karakter lalu lintas pada bulan Ramadhan tahun – tahun sebelumnya, mengalami pergeseran kemacetan yang berbeda perpekan selama 1 ( satu ) bulan. Hal ini juga akan terjadi selama bulan romadhan tahun 2021.

Pekan 1 ( pertama ) pada umumnya mereka akan pergi ke kantor dan aktivitas yang lain lebih awal setelah mereka melaksanakan sahur , persiapan langsung berangkat ketempat kerja atau aktivitas. Kemacetan akan bergeser lebih awal 30 menit atau 1 jam dari hari biasa , kemudian mereka akan pulang lebih cepat 30 atau 1 ( satu ) jam untuk bisa berbuka bersama dengan keluarga dirumah, kata Budiyanto kepada EGINDO.co.

Pekan kedua dan ketiga acara buka bersama dengan teman- teman sejawat , teman kantor dan acara resmi di kantor antara atasan dan bawahan Perusahaan dan mengisi waktu dengan Shopping di tempat perbelanjaan. Kepadatan lalu lintas pada lokasi – lokasi kuliner dan tempat perbelanjaan ( Pasar, Mall dan tempat – tempat lain ), perlu diantisipasi pada lokasi – lokasi tersebut, lanjut Budiyanto.

Mereka pulang terlambat biasanya menjelang Isya’ , dan mereka yang mengikuti Sholat taraweh di Mesjid, Kantor atau tempat lain, mereka sebagian pulang setelah Sholat taraweh atau setelah belanja, jelasnya.

Minggu keempat walaupun tidak ada cuti mudik hanya cuti ditempat dimana tgl 6 sd 17 dilarang mudik, mereka diprediksi sebagian ada yang lolos dari pemeriksaan dan sudah ada dikampung dan yang cuti ditempat mereka berada di rumah ( tgl 12 Mei 2021 cuti Idhul Fitri dan tgl 24 Mei 2021 Cuti Natal ). Situasi lalu lintas cukup landai / tidak macet.
Hal lain yang perlu diantisipasi berkaitan dengan lalu lintas , adalah kegiatan : Di Mesjid- Mesjid atau tempat Sholat taraweh, Pembagian ta’ jil di jalan- jalan, Sahur on The road dan kegiatan – kegiatan ngabuburit dan sebagainya, ungkapnya.

Kegiatan – kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum sebaiknya tidak diizinkan karena akan kontra produktif, tutup Budiyanto.@Sn