Pengamat: Jalur Khusus Sepeda Tidak Efektif Dan Mubazir

Pemerhati masalah transportasi Akbp (Purn) Budiyanto SSOS.MH

Jakarta | EGINDO.com        -Pemerhati masalah transportasi Akbp (Purn) Budiyanto SSOS.MH, mengatakan Pemerintah Prov Daerah khusus Ibukota Jakarta telah membangun jalur khusus Sepeda bahkan jalur khusus di Sudirman – Thamrin di permanenkan dengan biaya yang relatif cukup tinggi.

Apresiasi dengan dibangunnya jalur khusus Sepeda dari Pemda DKI Jakarta sebagai bentuk responsif perkembangan dan trend penggemar sepeda yang mungkin meningkat. Penyediaan jalur khusus sepeda disamping tuntutan kebutuhan juga merupakan amanah undang – undang lalu lintas dan angkutan nomor 22 tahun 2009.

Jalan yang diperuntukkan untuk lalu lintas umum wajib dibangun fasilitas pejalan kaki dan Pesepeda. Jalur khusus sepeda yang dibangun menyambung di lima wilayah DKI Jakarta nampaknya tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam arti mereka (para pesepeda) keluar dari jalurnya menggunakan jalur sepeda motor,ungkapnya.

Padahal Undang – Undang jelas bahwa kendaraan tidak bermotor dilarang menggunakan jalur kendaraan bermotor, apabila sudah tersedia jalur untuk kendaraan tidak bermotor. Tidak konsistennya penegakan hukum terhadap pelanggaran para pesepeda berakibat pada mindset dan pola pikir para pesepeda bahwa pelanggaran yang dilakukan dianggap benar,ucap Budiyanto.

Budaya permisif secara perlahan dapat terbangun, situasi ini tentunya kalau dibiarkan akan dapat menyulitkan semua pihak, langkah penegakan tentunya harus dibarengin dengan langkah- langkah pre- emtif ( Memberikan pemahaman , sosialisasi ) dan krgiatan Preventif ( penjagaan dan Pengaturan ) pada lokasi dan jalur Sepeda.

Kegiatan Pre- emtif , preventif dan penegakan hukum secara tegas dan konsisten akan mendorong pemanfaatan jalur khusus pesepeda secara maksimal,tutup Budiyanto.@Sn