Pengamat: Ganjil Genap Jangka Pendek Cukup Efektif

Pemerhati masalah transportasi AKBP (Purn) Budiyanto SSOS.MH.
Pemerhati masalah transportasi AKBP (Purn) Budiyanto SSOS.MH.

Jakarta | EGINDO.com     -Pemerhati masalah transportasi AKBP (Purn) Budiyanto SSOS.MH menegaskan, Ganjil – Genap (GAGE) dalam jangka pendek cukup efektif untuk pembatasan mobilitas orang.

Pembatasan lalu lintas merupakan manajemen kebutuhan lalu lintas dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang lalu lintas dan mengendalikan pergerakan lalu lintas,ujarnya.

Pembatasan lalu lintas didalam Undang – Undang lalu lintas nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ ( Lalu Lintas Angkutan Jalan) dan aturan turunannya dapat berupa pembatasan lalu lintas kendaraan perorangan pada koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan jalan tertentu,sebut Budiyanto.

Dikatak Budiyanto melalui selulernya, Skema dalam pembatasan lalu lintas kendaraan perorangan diantaranya adalah Ganjil- Genap yang mengacu pada kalender Nasional ,Tanggal genap, untuk nomer genap tanggal ganjil untuk Nomer Ganjil.

Pembatasan lalu lintas dengan skema Ganjil-Genap diberlakukan di Jakarta sudah cukup lama , sebagai pengganti Tree In One namun selama Pandemi Ganjil – Genap sempat ditiadakan kemudian untuk mengendalikan mobilitas orang diberlakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas pada titik ruas jalan yang sudah ditentukan.

Kemudian seiring dengan penurunan Covid-19 di Jakarta, penyekatan ditiadakan diganti dengan Ganjil – Genap.

Keberhasilan Pembatasan lalu lintas dalam skema Ganjil – Genap akan dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain:
a.Volume kendaraan.
b.Kecepatan kendaraan.
c.Travel time ( waktu tempuh ).
d.Tingkat polusi udara.
e.Perubahan mindset penggunaan mobil pribadi beralih ke angkutan umum.

Penilaian tersebut dapat dilihat dari situasi sebelum dan sesudah diberlakukan Pembatasan lalu lintas dalam skema Ganjil – Genap.

Pengamatan secara empiris bahwa dalam jangka pendek dalam pemberlakuan Ganjil – Genap, akan cukup efektif dalam arti akan terjadi penurunan volume kendaraan,kecepatan bertambah , waktu tempuh ada peningkatan, penurunan polusi dan beralihnya pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum,tegas Budiyanto.

Baca Juga :  Singapura Perketat Syarat Tes Pra-Keberangkatan Covid-19

Namun dalam jangka panjang tidak akan efektif karena seiring dengan perjalanan waktu kendaraan akan bertambah, masyarakat ekonomi menengah keatas akan membeli mobil baru dengan nomer yang berbeda, dan menurunnya dalam pengawasan.

Penyekatan dalam rangka PPKM di Jakarta ditiadakan dan diganti dengan program Ganjil – Gensp mulai tgl 11 Agustus sd 16 Agustus 2021,dari pk 06.00 wib sd 20.00 wib di 8 titik ruas Penggal alan di DKI Jakarta.

Pemberlakuan Ganjil – Genap sebagai pengganti penyekatan hanya diberlakukan 6 hari, dimana sebelumnya sempat tidak diberlakukan. Pemberlakuan Ganjil – Genap yang hanya berlaku selama 6 ( enam ) hari, akan cukup efektif dalam rangka membatasi mobilitas pergerakan manusia denga catatan diimbangi dengan pengawasan yang ketat.tutup Budiyanto.@Sn