Pendapatan Anjlok 92%, Merdeka Gold Resources Perlebar Rugi Jadi US$27,49 Juta di 2025

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Perusahaan tambang emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk, mencatatkan kinerja yang tertekan sepanjang 2025 dengan kerugian bersih yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$27,49 juta pada 2025, lebih dalam dibandingkan US$12,69 juta pada 2024. Tekanan kinerja terutama dipicu oleh penurunan pendapatan yang sangat tajam hingga 92,46% secara tahunan, sehingga hanya tersisa US$131.964 pada periode tersebut.

Sekretaris Perusahaan Merdeka, Adi Adriansyah Sjoekri, menjelaskan bahwa pelebaran kerugian terutama dipengaruhi oleh meningkatnya beban operasional serta biaya pendanaan yang berkaitan dengan ekspansi bisnis perusahaan.

Menurutnya, kenaikan biaya umum dan administrasi sekitar US$7 juta, ditambah peningkatan biaya keuangan sekitar US$7 juta, menjadi faktor utama yang menekan kinerja laba perusahaan.

“Kenaikan biaya tersebut berkaitan dengan upaya mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnis grup,” ujar Adi dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/3/2026).

Di sisi neraca, kondisi perusahaan menunjukkan ekspansi aset yang cukup signifikan. Total aset perseroan tercatat meningkat 39,82% menjadi US$740,63 juta.

Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan peningkatan liabilitas menjadi US$359,70 juta dan ekuitas mencapai US$380,93 juta.

Namun demikian, posisi kas mengalami penurunan. Kas dan setara kas yang dimiliki anak usaha perusahaan, yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk, tercatat turun 32,71% menjadi US$45,30 juta.

Walaupun laba masih tertekan, manajemen menegaskan bahwa strategi perusahaan tetap berfokus pada pengembangan proyek tambang serta investasi jangka panjang guna memperkuat pertumbuhan grup di masa depan.

Sejumlah media ekonomi internasional seperti Bloomberg dan Reuters juga kerap mencatat bahwa perusahaan tambang global saat ini menghadapi tekanan biaya yang lebih tinggi seiring peningkatan investasi proyek baru serta kebutuhan pendanaan untuk ekspansi produksi.

Dengan strategi ekspansi tersebut, Merdeka berharap dapat memperkuat portofolio proyek dan meningkatkan kapasitas produksi dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun kinerja keuangan jangka pendek masih menghadapi tekanan. (Sn)

Scroll to Top