Jakarta | EGINDO.co – Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya bantuan sosial (bansos). Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tentang pengentasan kemiskinan ekstrem.
Dikatakannya, penanganan kemiskinan ekstrem tidak cukup dengan skema bantuan sosial, tetapi juga harus ditangani dengan pendekatan lingkungan. Katanya, masyarakat dengan kemiskinan ekstrem cenderung membentuk kelompok dan tinggal di satu kawasan kumuh.
Menurutnya perlu dilakukan pembangunan wilayah dengan membangun lingkungan layak huni untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. “Jadi, penanganan daerah kemiskinan ekstrem nanti akan ditangani secara terintegrasi, termasuk pendekatan lingkungan, penanganan rumahnya yang betul-betul layak huni, kemudian sanitasi dan juga air bersih juga akan diperhatikan,” katanya Muhadjir dalam keterangannya, kemarin.
Sementara itu, Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Delis Julkarson Hehi menilai pengentasan kemiskinan ekstrin itu tidak cukup dengan memberikan bantuan sosial. “Saya setuju dengan pandangan Pak Menko PMK pengetasan kemiskinan ekstrem itu tidak cukup dengan memberikan bantuan sosial. Ibarat kita hanya memberikan ikan terus tanpa mengajar mereka untuk memancing, kemudian tidak menata tempat memancing yang ideal untuk mendapatkan ikan,” kata Delis Julkarson Hehi.
Diakuinya, setuju dengan Menko PMK karena konsep pemerintah daerah Kabupaten Morowali Utara melakukan penataan kawasan kumuh dengan cara memberikan bantuan modal usaha pada kelompok masyarakat miskin. Katanya pihaknya, punya program 300 juta per desa dalam bentuk bantuan modal usaha yang menyasar kelompok masyarakat miskin yang ada. Sehingga dengan bantuan modal usaha serta dengan pendampingan intensif yang dilakukan berharap ada peningkatan pendapatan bagi mereka sehingga nantinya mereka bisa mandiri tanpa lagi berharap bantuan sosial yang lainnya.@
Bs/TimEGINDO.co