Jakarta | EGINDO.com – Penanaman tanaman Mangrove dan penanaman berbagai jenis pohon di bantaran sungai menjadi langkah strategi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) atau Indah Kiat dalam lingkungan dan ekosistem lokal. Untuk tanaman Mangrove merupakan bagian dari strategi lingkungan perusahaan dalam memulihkan kawasan pesisir yang terdegradasi dan penanaman pohon di bantaran sungai untuk menjaga lingkungan, membantu mencegah erosi dan longsor akibat arus sungai.
Program pemulihan mangrove yang dilakukan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), anak usaha Grup Sinarmas dalam beberapa tahun terakhir merupakan kegiatan penanaman berskala besar untuk pemulihan kawasan pesisir yang terdegradasi dan memperkuat ketahanan ekosistem lokal. PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang, unit usaha dari Asia Pulp and Paper (APP) Group, telah melakukan berbagai inisiatif pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir Tangerang.
Upaya tersebut diwujudkan untuk menghadapi perubahan iklim, melindungi garis pantai, serta mendukung keanekaragaman hayati. IKPP Tangerang telah menanam sekitar 173.000 bibit mangrove di sepanjang pesisir utara Tangerang. Disebutkan akan terus melakukan penanaman dan juga dilakukan pada saat memperingati hari hari yang terkait dengan Lingkungan Hidup.
IKPP Tangerang bersama masyarakat dan pemerintah ambil bagian dalam aksi penanaman mangrove yang hingga tahun 2025 sudah menanam 10.000 bibit mangrove langka jenis Bruguiera cylindrical dengan tujuan memperkaya keragaman genetik mangrove serta menjamin keberlanjutan jangka panjang dari ekosistem. Hal itu penting dengan pelibatan pemerintah dan masyarakat setempat juga menjadi kunci dalam membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap konservasi lingkungan.
Kemudian satu bentuk nyata dari kepedulian lingkungan Indah Kiat Tangerang menanam pohon di Bantaran Sungai Cisadane. Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan di lingkungan pabrik Indah Kiat Tangerang dan bantaran Sungai Cisadane dengan pohon yang kini sudah mulai jarang atau langka ditemukan seperti pohon kecapi, pohon nam-nam, dan pohon kenari. Alasan menanam pohon di bantaran sungai untuk menjaga lingkungan sebab menanam pohon di bantaran Sungai Cisadane, jenis pohon seperti Ficus Loa dan beringin keraton dipilih untuk membantu mencegah erosi dan longsor akibat arus sungai.
Informasi yang dihimpun EGINDO.com menyebutkan kegiatan penanaman pohon jenis langka seperti kecapi, nam-nam, kenari, serta Ficus Loa dan beringin keraton di bantaran Sungai Cisadane untuk mencegah erosi. Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba, bersama Head of Sustainability IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin, mendorong peserta untuk menerapkan dan menyebarkan pengetahuan yang diperoleh sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih hijau dan berkelanjutan.@
Rel/fd/timEGINDO.com