Pemulihan Ekonomi Terwujud Jika Berkolaborasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto 

Jakarta | EGINDO.com           – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku bisnis agar pemulihan ekonomi nasional dapat ‘melaju’ cepat.

“Seperti kita ketahui bersama, pertumbuhan ekonomi global sudah on track,” ujar Airlangga saat pertemuan dengan perwakilan dari US–ASEAN Business Council secara virtual pada Selasa (24/08).

Airlangga mencontohkan Tiongkok dan Amerika Serikat mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi di angka 7,9% dan 12,2% year on year.

“Pemerintah Indonesia optimistis, pemulihan ekonomi akan segera terwujud jika kolaborasi global terus ditingkatkan,” ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan, Pemerintah optimistis dapat mencapai angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,7 hingga 4,5% di tahun 2021 dan di kisaran 5 hingga 5,5% di tahun 2022.

Pemerintah meningkatkan alokasi anggaran PEN untuk tahun 2021 melalui refocusing anggaran.

Saat ini, anggaran PEN telah mencapai Rp 744,77 Triliun atau USD 51,3 Miliar.

”Peranan digitalisasi dalam industri manufaktur utama merupakan implementasi dari revolusi industri 4.0 yang akan meningkatkan ekspor, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi diatas 7%,” tutur Airlangga.

Pelaku usaha yang tergabung dalam US ABC juga mendorong kolaborasi dalam berbagai bidang, seperti misalnya di bidang kesehatan melalui program vaksinasi.

Lalu, obat dan farmasi dan imunisasi, dan juga di bidang digital payment untuk e-commerce yang behubungan dengan kegiatan UMKM, dukungan kepada data center, aliran data, perasuransian dan peta jalan Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitas infrastruktur pendukung untuk mempercepat transformasi digital melalui perluasan wilayah layanan 4G, pembangunan sejumlah data center di wilayah dan memulai proses implementasi teknologi 5G tahun depan.

“Kami memperkirakan dibutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam waktu 15 tahun mendatang,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Tidak Ada Korban WNI Dalam Insiden Penembakan Colorado

Berdasarkan Compound Annual Growth Rate (CAGR), pasar data center Indonesia mencapai 23% angka tertinggi untuk wilayah Asia Tenggara. Potensi ekonomi digital Indonesia bahkan diprediksi dapat meningkat 283% dari USD 44 Miliar di tahun 2020 menjadi USD 124 Miliar di tahun 2025.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 68 Tahun 2021 mengenai Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park di Pulau Batam yang diperuntukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia.

Nongsa Digital Park diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar Rp 16 Triliun atau USD 1,1 Miliar dan dapat menciptakan lapangan kerja untuk 16.500 orang.

Sumber: Tribunnews/Sn