Jakarta|EGINDO.co Pemerintah memastikan kebijakan mandatori bahan bakar B50, yakni campuran 50 persen solar dan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit, akan mulai diberlakukan secara nasional pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan implementasi B50 telah dipersiapkan melalui berbagai tahapan pengujian teknis sejak Desember 2025. Hasil evaluasi menunjukkan bahan bakar tersebut memenuhi standar kelayakan untuk digunakan secara luas pada sektor transportasi maupun industri.
Pernyataan itu disampaikan Dwi Anggia dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, kebijakan B50 disusun dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yaitu ketersediaan pasokan, kemudahan akses distribusi, keterjangkauan harga bagi masyarakat, serta dampak yang lebih ramah terhadap lingkungan. Keempat indikator tersebut menjadi dasar pemerintah dalam memastikan implementasi program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain mengurangi impor solar, penggunaan B50 juga diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan minyak sawit dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah bagi industri hilir sekaligus memperkuat daya serap produksi sawit nasional.
Pemerintah menilai langkah tersebut penting di tengah ketidakpastian harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi. Dengan meningkatkan porsi energi berbasis sumber daya domestik, Indonesia diharapkan memiliki ketahanan energi yang lebih kuat serta mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan akibat impor BBM.
Sebelumnya, Menteri ESDM juga menegaskan bahwa program B50 tetap dijalankan sesuai target mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional. Pemerintah optimistis implementasi kebijakan ini dapat mendukung efisiensi penggunaan devisa, memperkuat kemandirian energi, sekaligus mendorong pertumbuhan industri biodiesel nasional. (Sn)