Pemerintah Targetkan Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat hingga 120 pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan nelayan yang dinilai masih menghadapi tekanan ekonomi cukup besar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan target tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, peningkatan NTN tidak mudah karena posisi ekonomi nelayan masih tertinggal dibandingkan sektor pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTN nasional pada Agustus 2026 berada di level 109,04, naik 0,50 persen dari 108,49 pada Juli 2026. Dengan posisi tersebut, pemerintah masih perlu mendorong kenaikan sekitar 11 poin untuk mencapai target 120.

Zulkifli menyebut kondisi nelayan perlu mendapat perhatian karena rendahnya daya tawar dalam menjual hasil tangkapan. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 tercatat 129,19, sehingga terdapat perbedaan cukup lebar antara kedua sektor tersebut.

Kenaikan NTN pada Agustus juga menunjukkan adanya perbaikan. BPS mencatat peningkatan tersebut didorong naiknya indeks harga yang diterima nelayan, antara lain dari komoditas ikan tongkol, kembung, udang laut, dan teri.

Percepat Pembangunan Kampung Nelayan

Untuk mengejar target NTN 120, pemerintah menyiapkan penguatan ekosistem ekonomi nelayan melalui pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga akhir 2029.

Program tersebut diarahkan untuk mengatasi persoalan yang selama ini membuat posisi tawar nelayan lemah. Hasil tangkapan yang tidak segera terjual dapat mengalami penurunan mutu sehingga nelayan terpaksa melepas ikan dengan harga lebih rendah.

KNMP akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat pelelangan, akses kapal, gudang beku atau cold storage, bengkel, pabrik es, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Pemerintah juga mendorong penguatan koperasi nelayan untuk memperluas akses pasar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelumnya telah membangun 100 KNMP pada 2025. Pada 2026, pemerintah merencanakan pembangunan di 1.269 lokasi sebagai bagian dari tahapan menuju target 5.000 kampung nelayan hingga 2029.

Pemerintah berharap penguatan fasilitas, rantai penyimpanan, distribusi, dan akses pasar tersebut dapat meningkatkan daya tawar nelayan. Dengan demikian, hasil tangkapan tidak harus segera dijual ketika harga rendah dan nilai ekonomi yang diterima nelayan dapat meningkat.

Zulkifli meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama kementerian dan lembaga terkait bekerja secara terpadu agar target peningkatan NTN dapat tercapai. (Sn)

Scroll to Top