Jakarta|EGINDO.co Pemerintah terus mematangkan rencana penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang terdampak banjir di sejumlah daerah di Sumatera. Selain bantuan finansial, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan menyalurkan benih serta alat dan mesin pertanian untuk mempercepat pemulihan aktivitas produksi di lapangan.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa langkah tersebut tidak diambil secara sepihak. Menurutnya, Kementan sedang melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait serta Himpunan Bank Negara (Himbara) agar kebijakan berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah kementerian lain serta Himbara. Kami perlu memastikan data penerima benar-benar valid,” ujar Sudaryono.
Ia menjelaskan bahwa proses pendataan menjadi tahap paling krusial sebelum mekanisme penghapusan utang diputuskan. “Kita data dulu orangnya siapa, lokasi terdampaknya di mana. Setelah itu akan dikoordinasikan bersama Menteri UMKM, Kementerian Koperasi, dan Himbara untuk menentukan mekanismenya,” tuturnya pada Rabu (10/12/2025).
Pemerintah berharap kombinasi bantuan—mulai dari penghapusan utang, penyediaan benih, hingga dukungan alsintan—dapat membantu petani bangkit dari kerugian yang mereka alami akibat bencana, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. (Sn)