Pemerintah Korsel Jelaskan Proyek Investasi AS $350 Miliar ke Majelis Nasional

Pemerintah Korsel Jelaskan Proyek Investasi AS ke Majelis Nasional
Pemerintah Korsel Jelaskan Proyek Investasi AS ke Majelis Nasional

Seoul | EGINDO.co – Pemerintah Korea Selatan akan memberikan penjelasan kepada Majelis Nasional pekan depan mengenai proyek investasi pertama dalam kerangka komitmen investasi negara tersebut senilai US$350 miliar ke Amerika Serikat, demikian dilaporkan Yonhap News pada hari Minggu dengan mengutip keterangan para pejabat.

Berikut adalah beberapa rinciannya:

• Kementerian Perindustrian dijadwalkan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Selasa pukul 09.30 pagi (13.30 GMT) dengan komite Majelis Nasional yang membidangi perdagangan, industri, energi, UKM, dan perusahaan rintisan (startup) untuk membahas rencana investasi ke AS tersebut.

• Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Pihak Majelis Nasional tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

• Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyatakan bahwa pengumuman mengenai rencana investasi Seoul di AS—yang merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan Washington—telah ditunda sembari menunggu pembicaraan lebih lanjut.

• “Jika negosiasi telah rampung pada saat itu, penjelasan akan mencakup hasil akhirnya. Jika negosiasi masih berlangsung, informasi yang disampaikan akan berupa laporan sementara,” ujar seorang pejabat komite kepada Yonhap.

• Seoul menegaskan kembali komitmen investasinya di AS, sementara pihak AS menekankan pentingnya pelaksanaan yang cepat dalam pembicaraan hari Jumat antara Menteri Luar Negeri Cho Hyun dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Washington.

• “Prinsip utama negosiasi kami adalah bahwa investasi hanya dapat dilakukan jika kelayakan komersialnya terjamin,” lapor Yonhap News mengutip seorang pejabat pemerintah. “Kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pandangan mengenai masalah ini, yang membuat negosiasi menjadi sulit. Jika tidak tercapai kesepakatan, pembicaraan tersebut pada akhirnya bisa gagal total.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top