Pemerintah Kepri Usulkan Koridor Perjalanan Dengan Singapura

Kepulauan Bintan
Kepulauan Bintan

Jakarta | EGINDO.co – Pemerintah provinsi Kepulauan Riau telah mengusulkan koridor perjalanan aman dengan Singapura mulai 1 Mei atau 1 Juni, kata seorang pejabat senior pariwisata Indonesia pada Selasa (13 April).

Dalam siaran persnya, Mdm R Kurleni Ukar, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata, mengatakan ada upaya berkala untuk memantau rencana penataan koridor safe travel di Bintan, Batam dan Bali.

Ia menyebutkan, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau telah menyiapkan beberapa tanggal untuk memulai kembali perjalanan Bintan Lagoi hingga Singapura.

“Gubernur Kepri sudah mengusulkan diberlakukannya Travel Corridor Arrangement kawasan Bintan Lagoi mulai 21 April 2021. Namun, masih mempertimbangkan apakah vaksinasi bisa dilakukan, (apakah) COVID-19 terkendali, dan respon dari pemerintah Singapura, “katanya.

“Mereka menyiapkan beberapa skenario, yakni (buka kembali) pada 21 April lalu 1 Mei, atau 1 Juni 2021,” imbuhnya.

Bulan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa persiapan “koridor perjalanan aman” antara Singapura, Batam Nongsa, dan Bintan Lagoi bisa dimulai.

 

Dia menyarankan koridor perjalanan bisa dimulai pada 21 April. Bintan Lagoi dan Batam Nongsa berada di Provinsi Kepulauan Riau.

Ketika Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengunjungi Jakarta akhir bulan lalu, dia mengatakan bahwa kedua negara idealnya memiliki “tingkat kendali yang sama” atas transmisi COVID-19 sebelum pengaturan perjalanan dapat dilanjutkan.

“Saya ingin mengulangi poin bahwa kami membutuhkan situasi COVID-19 untuk meningkat secara signifikan. Idealnya bagi mereka untuk mencapai tingkat kontrol yang sama seperti yang kami miliki saat ini di Singapura, yang berarti setiap hari kami memiliki antara nol dan satu kasus komunitas secara lokal. , “kata Dr. Balakrishnan.

Dia mencatat bahwa perjalanan di tengah pandemi tidak dapat seperti hari-hari sebelum COVID-19, sampai situasi menjadi normal dan seimbang di berbagai tujuan.

Menteri juga menekankan perlunya pengujian, vaksinasi, dan kemampuan untuk berbagi catatan yang dapat diverifikasi dan berwibawa, untuk memungkinkan perjalanan lintas batas.

Dr Balakrishnan juga menunjukkan bahwa dimulainya kembali perjalanan harus dilakukan secara bertahap, aman dan hati-hati.

Hingga Selasa, Indonesia telah melaporkan sekitar 1,5 juta kasus COVID-19 sementara Singapura memiliki sekitar 60.000 kasus.
Sumber : CNA/SL