Pemerintah Kampanyekan Bersama Sahabat-UMI, Dukung UMKM

umkmdukung

Jakarta | EGINDO.com     – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan terus mengampanyekan “Bersama Sahabat-UMi Bangkit” seiring pandemi COVID-19 yang belum usai dan berdampak besar bagi roda perekonomian di Tanah Air, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah memperkirakan pada masa pandemi, hampir 50 persen pelaku usaha UMKM terpaksa menutup usaha karena tergerusnya modal usaha yang tidak dibarengi dengan kenaikan permintaan.

Direktur Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Ludiro dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan kampanye tersebut ditujukan untuk mendorong peningkatan ekosistem pinjaman para pelaku usaha, khususnya segmen usaha ultramikro (UMi), agar bisa tetap bertahan di masa pandemi.

“Pusat Investasi Pemerintah selama ini telah banyak membantu usaha ultramikro di seluruh Indonesia dalam hal pinjaman agar mereka bisa terus menjalankan usaha. Selain dukungan pinjaman, kami juga memberikan bantuan lain seperti pelatihan dan pendampingan dalam hal pemasaran, keuangan, masalah legal, digitalisasi, dan lain- lain,” ujar Ludiro.

Dia juga menyatakan program PIP diharapkan bisa lebih berdaya guna dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 23/2020.

Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah mengatakan kampanye “Bersama Sahabat-UMi Bangkit” bertujuan memperkuat ekosistem UMi, salah satunya di Jawa dan Maluku Utara yang menjadi percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

Penguatan itu dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa pihak baik dari lingkungan Kementerian Keuangan, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain.

Beberapa program yang akan dilakukan antara lain program inkubasi UMi di Jawa Barat yakni di Bandung Barat dan Majalengka dan Malang, Jawa Timur, serta terbentuknya satu wadah untuk para pelaku usaha UMi di Maluku Utara.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Realisasi Transfer Ke Daerah & Dana Desa

Inkubasi UMi di Jawa Barat dilakukan dengan menggandeng Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran.

Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap 35 debitur UMi di Kabupatan Bandung Barat dan Majalengka. Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, dan peningkatan pengetahuan digital.

Sementara, inkubasi UMi di Jawa Timur dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB).

Pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB dilakukan di kota Malang dan difokuskan pada dua hal yaitu pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan.

Dari program inkubasi UMi yang telah dilakukan di Jawa Barat maupun di Jawa Timur, ke depannya PIP akan fokus pada pengembangan-pengembangan debitur di area klaster yang akan menjadi acuan sebagai percontohan Kampung UMi.

Terbentuknya wadah bagi para pelaku usaha UMi di Ternate, Maluku Utara, dilakukan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi 13 debitur UMi Ternate terkait nama produk, manajemen, pinjaman, dan pemasaran.

Wadah itu juga dimaksudkan sebagai sarana promosi usaha dan belajar manajemen usaha agar pelaku usaha mikro di Ternate bisa naik kelas menjadi pengusaha UMKM ke depannya.

“Melalui kampanye ‘Bersama Sahabat-UMi Bangkit’ ini kami ingin meneruskan hasil positif kinerja Pusat Investasi Pemerintah pada tahun sebelumnya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Agar semakin banyak pelaku usaha mikro yang naik kelas sehingga membawa manfaat bagi mereka secara pribadi, keluarga, maupun lingkungannya,” ujar Ririn.

Sumber: Antaranews/Sn