Pemerintah Harus Siap, Hadapi Covid-19 Gelombang Tiga

rusli tan
Dr. Rusli Tan, SH, MM

Jakarta | EGINDO.co – Pemerintah harus siap, menghadapi Coronavirus (Covid-19) gelombang tiga. Dimana harus diwaspadai dengan adanya hari libur akhir tahun seperti Libur Natal dan Tahun Baru yang mana sekarang ini sudah terlihat sangat longgar terhadap protokol kesehatan.

Hal itu dikatakan Dr. Rusli Tan, SH, MM seorang pengamat sosial ekonomi dan masyarakat kepada EGINDO.co Kamis (21/10/2021) di Jakarta tentang akan adanya Covid-19 gelombang ketiga.

Dikatakan Rusli, mengingatkan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19. Dimana menurut para ahli, gelombang ketiga akan terjadi di Indonesia pada akhir tahun 2021 yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi sebagaimana diketahui akhir tahun bertepatan dengan dua momentum besar yakni Hari Raya Natal dan Tahun Baru. “Untuk akhir tahun ini November, Desember dan Januari banyak sekali hari liburnya yang sangat berpotensi meningkatnya Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Periodesasi itu menurutnya berpotensi memicu keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan dan pada akhir tahun masuk dalam periode pergantian cuaca, yang mana berpengaruh daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Untuk itu pemerintah harus mulai stok obat agar jangan terjadi lagi seperti kasus yang lalu dimana terjadi kelangkaan, kekurangan obat. Akibatnya karena kekurangan, kelangkaan obat maka permintaan akan obat meningkat. Akhirnya berlaku ekonomi pasar ketika banyak permintaan obat maka harga obat melonjak. “Untuk itu, berbagai komponen untuk mencegah Covid-19 seperti obat-obatan, masker dan lainnya harus tersedia dalam jumlah besar,” kata Rusli Tan memberikan solusi.

Hal yang penting katanya jangan sempat lengah, terlena dengan kondisi yang ada sekarang ini dimana semua sudah menganggap aman dari Covid-19 padahal sesungguhnya belum, masih ada ancaman bahaya Covid-19.

Baca Juga :  Tarif PPN Naik, Pemerintah Hati-Hati, Inflasi Meningkat

Meskipun ada ancaman bahaya Covid-19, Rusli mengaku optimis bahwa gelombang ketiga dapat dicegah dan dikendalikan dengan kekuatan dan pola penanganan yang sudah ditemukan yakni kunci pencegahan dan mitigasi penularan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dan vaksinasi.

Disamping itu harus diwaspadai dengan Prokes kini semakin longgar dan kini banyak tempat tempat hiburan yang diserbu masyarakat. Lalulintas sudah ramai, sudah kembali seperti semula dan sudah terjadi kemacetan di banyak ruas jalan di Jakarta. Begitu juga dengan berbagai tempat wisata dan hiburan sudah pada penuh dan prokesnya harus tetap dilakukan dengan ketat.

“Semuanya itu dilakukan untuk mencegah agar jangan terjadi lagi ledakan Covid-19 karena masalah ekonomi yang anjlok maka harus hati-hati sehingga pemulihan ekonomi kedepan dapat dilakukan dengan baik,” kata Rusli Tan [email protected]

 Bs/Fd/TimEGINDO.co

 

Bagikan :