Pemerintah Diminta Insentifikasi Lahan Tebu, Produksi Gula

Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto
Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto

Jakarta | EGINDO.co – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Kadin (Jatim) meminta Pemerintah insentifikasi lahan tebu untuk meningkatkan produksi gula. Insentifikasi yang dimaksud adalah memaksimalkan lahan tebu yang ada sekarang untuk meningkatkan produksi gula nasional. Hal itu dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto kepada wartawan belum lama ini di Dyandra Convention Centre, Surabaya.

Katanya Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur mendorong pemerintah supaya melakukan insentifikasi lahan tebu untuk meningkatkan produksi gula. Dimana saat ini lahan untuk perkebunan gula ada 500 ribu hektare.

Kata Adik menurut data Asosiasi Industri Gula, kondisi berbanding terbalik pada tahun 1930 bahwa Indonesia pernah menjadi produsen tebu terbesar dan eksportir gula terbesar di dunia. “Kalau tadi saya sebutkan 500 hektare artinya bisa berlebih produksi gula dalam negeri tidak perlu impor. Karena kebutuhan gula konsumsi dalam negeri tiga juta lebih,” katanya.

Baca Juga :  China Buru Beli Asuransi Hong Kong Dan Dolar, Yuan Melemah

Dijelaskan padahal pada periode 1930-an lahan perkebunan tebu di Indonesa hanya 200 hektare saja. Maka dari itu Adik meminta pemerintah supaya melakukan intensifikasi lahan tebu yang ada sekarang. Sementara pemerintah sudah sibuk mau ekstensifikasi, artinya mau nambah lahan sekitar 700 ribu hektar.

Dikatakannya tahun 2013 lalu, Indonesia mengalami surplus dan melakukan ekspor gula ke luar negeri akan tetapi tahun 2023 kondisi produksi gula mengalami kekurangan. Untuk itu perlu adanya riset untuk intensifikasi lahan tebu yang ada saat ini.

Adik yang menghadiri pemeran berbagai alat pertanian Sugarex Indonesia, di Dyandra Convention Centre diselenggarakan PT Fireworks Indonesia bekerjasama dengan Kadin Jatim menjelaskan riset itu meliputi pengolahan lahan, penggunaan pupuk, hingga pemanfaatan teknologi yang tepat. Sehingga dengan adanya teknologi terbaru maka diharapkan produksi gula di Indonesia kembali membaik.@

Baca Juga :  Erick: Sepakat Jadi Investor Seorang Disabilitas Pelaku UMKM

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :