Pembiayaan UMKM dari Multifinance Capai Rp157,37 Triliun, Investasi Masih Mendominasi

Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jakarta|EGINDO.co Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan perusahaan multifinance kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp157,37 triliun pada Agustus 2026. Pembiayaan investasi masih mendominasi penyaluran dana tersebut, dengan nilai Rp83,55 triliun atau setara 53,09% dari total pembiayaan UMKM.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pembiayaan investasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha UMKM.

Hal itu disampaikan Agusman dalam lembar jawaban Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK September 2026 yang dikutip pada Senin (19/10/2026).

Di tengah perkembangan tersebut, pembiayaan modal kerja dan multiguna pada industri multifinance menunjukkan pertumbuhan tahunan. Pembiayaan modal kerja meningkat 5,40% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp54,38 triliun. Sementara itu, pembiayaan multiguna tumbuh 4,58% YoY menjadi Rp257,38 triliun.

Sebaliknya, pembiayaan investasi tercatat mengalami kontraksi 4,47% YoY menjadi Rp169,12 triliun. Meski demikian, OJK memperkirakan pembiayaan modal kerja masih akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri multifinance ke depan.

Secara keseluruhan, piutang pembiayaan industri multifinance mencapai Rp514,08 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 1,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) bruto tercatat sebesar 3,04%, sedangkan NPF neto berada di level 0,83%. Adapun rasio utang terhadap modal atau gearing ratio industri tercatat sebesar 2,0 kali.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan UMKM tetap menjadi bagian penting dari penyaluran dana industri multifinance, sementara pertumbuhan pembiayaan modal kerja menjadi salah satu indikator yang dicermati OJK dalam melihat prospek industri ke depan. (Sn)

Scroll to Top