Pemberlakuan Ganjil-Genap di Tempat Wisata Dorong Masyarakat Gunakan Angkutan Umum

IMG_20250402_125212

Jakarta|EGINDO.co Pemerhati transportasi dan hukum, Budiyanto, menyoroti dinamika arus mudik dan kunjungan wisata selama libur Lebaran. Ia mengungkapkan bahwa suasana libur Lebaran diramaikan oleh mobilitas masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya menuju berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sumatera bagian barat. Sebaliknya, masyarakat dari luar Jakarta berbondong-bondong mengunjungi destinasi wisata di ibu kota dan sekitarnya, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan, serta kawasan wisata di Bogor.

Pada hari kedua Lebaran dan sisa masa liburan, jumlah pengunjung di tempat-tempat wisata tersebut mengalami lonjakan yang signifikan. Masyarakat menggunakan berbagai moda transportasi, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Namun, meningkatnya jumlah kendaraan kerap menimbulkan permasalahan lalu lintas, terutama terkait kapasitas tempat parkir yang terbatas dan kemacetan di sekitar lokasi wisata.

Baca Juga :  Air Bersih Kini Mengalir ke IKN, Bisa Langsung Diminum

Selama ini, pemerintah telah menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas guna mengatasi kemacetan, seperti sistem satu arah, contra flow, atau kombinasi keduanya yang diterapkan secara situasional. Meskipun langkah tersebut cukup efektif, pertumbuhan jumlah kendaraan dan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat wisata tetap menimbulkan kepadatan lalu lintas yang signifikan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi dan terobosan baru guna mengurangi volume kendaraan di sekitar lokasi wisata. Salah satu kebijakan yang dapat diterapkan adalah sistem ganjil-genap pada hari-hari tertentu. Pemberlakuan sistem ini dalam jangka pendek dinilai cukup efektif, karena dapat mengurangi volume kendaraan sekitar 25% hingga 30%, terutama jika disertai dengan pengawasan yang ketat.

Baca Juga :  BSDE Raih Marketing Sales 2023 Kedua Tertinggi di Indonesia

Selain itu, penerapan sistem ganjil-genap juga bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih memilih angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi. Saat ini, angkutan umum di Jakarta sudah cukup memadai dan modern, dengan beberapa moda transportasi yang telah terintegrasi untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Pemangku kepentingan di bidang transportasi dan lalu lintas perlu merancang kebijakan yang tepat guna mendukung kelancaran arus kendaraan di masa liburan. Selain itu, diperlukan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami skema manajemen lalu lintas yang diterapkan, termasuk pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengatasi kemacetan, tetapi juga menjadi langkah edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari budaya ramah lingkungan dan tanggung jawab bersama dalam mengurangi kepadatan lalu lintas. (Sadarudin)

 

Bagikan :
Scroll to Top