Pembelajaran Berbasis Rumah Untuk Semester Baru Di Malaysia

Pembelajaran Berbasis Rumah di Malaysia
Pembelajaran Berbasis Rumah di Malaysia

Kuala Lumpur | EGINDO.co – Semua sekolah di Malaysia akan melaksanakan pengajaran dan pembelajaran berbasis rumah untuk masa sekolah baru mulai pertengahan Juni.

Dalam konferensi pers pada Minggu (6 Juni), Menteri Pendidikan Mohd Radzi Md Jidin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi COVID-19 saat ini.

Pelajar di Malaysia sekarang sedang libur tengah tahun selama dua minggu. Masa sekolah baru akan dimulai pada 13 Juni atau 14 Juni, tergantung pada negara bagian, selama 25 hari sekolah.

“Pendekatan ini juga akan berlaku untuk semua sekolah swasta, internasional dan ekspatriat yang terdaftar di Kementerian Pendidikan, berdasarkan kalender sekolah mereka sendiri,” kata Dr Mohd Radzi.

Baca Juga :  Airlangga: Program I Do Care Bangkitkan Industri Pariwisata

Untuk masa sekolah berikutnya mulai akhir Juli, kementerian akan membuat pengumuman setidaknya satu minggu sebelum sekolah dibuka kembali, menteri senior menambahkan.

Dr Mohd Radzi juga mengumumkan bahwa ujian tertulis 2021 untuk Sertifikat Pendidikan Malaysia (SPM), yang setara dengan O-Level, telah ditunda hingga Maret tahun depan. Baik sekolah dasar maupun sekolah menengah baru saja membuka sekolah jasmani selama dua hingga tiga bulan tahun ini.

Munculnya kasus COVID-19 di sekolah, serta penutupan lokal yang mengharuskan penutupan sekolah, membuat anak-anak sekolah kembali ke pembelajaran berbasis rumah selama dua minggu pada bulan Mei.

Saat ini, Malaysia dalam “lockdown total” dari 1 Juni hingga 14 Juni.

Baca Juga :  Malaysia-Brunei Sepakat Pakta Pembebasan Karantina Covid-19

Kasus COVID-19 harian telah menembus angka 9.000 dua kali, sementara kematian harian tercatat melebihi 100 dalam tiga dari empat hari terakhir.

Malaysia telah mencatat total 610.574 kasus COVID-19 dan 3.291 kematian sejak wabah COVID-19 dimulai di negara itu tahun lalu.

Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan 82.341 bayi dan anak telah terinfeksi COVID-19 sejak Januari 2020 hingga 30 Mei 2021.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan 27 anak, termasuk 19 di bawah usia lima tahun, harus dirawat di ruang perawatan intensif antara Januari hingga Mei, naik dari delapan kasus tahun lalu.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top