Jakarta|EGINDO.co Rencana pembaruan buku ajar yang menjadi salah satu bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto hingga kini masih dalam tahap penyusunan. Pemerintah belum menerapkan pembaruan tersebut secara penuh di sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan proses penyusunan buku ajar masih terus berjalan. Hal itu disampaikannya seusai menghadiri rapat terbatas mengenai penerapan pendidikan negeri gratis di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Mu’ti, selama proses pembaruan buku belum rampung, sekolah tetap dapat memenuhi kebutuhan buku pelajaran melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Sekolah diperbolehkan mengalokasikan sedikitnya 10 persen dana BOS untuk pembelian buku. Dalam kondisi tertentu, alokasi tersebut bahkan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan sekolah.
Selain pengadaan buku melalui dana BOS, pemerintah juga menyediakan alternatif bahan ajar digital secara gratis melalui platform Rumah Pendidikan.
Guru dan sekolah dapat mengunduh buku yang telah disediakan pemerintah melalui platform tersebut sehingga kebutuhan bahan ajar tetap dapat dipenuhi sambil menunggu proses pembaruan buku ajar selesai.
Pemerintah dengan demikian masih menjalankan pemenuhan kebutuhan buku sekolah melalui dua jalur, yakni pengadaan menggunakan dana BOS dan penyediaan buku digital gratis melalui Rumah Pendidikan. Sementara itu, pembaruan buku ajar secara menyeluruh masih menunggu proses penyusunan dan penyelesaian oleh pemerintah. (Sn)