Pelatih Baru John Herdman; Indonesia Belajar dari Kegagalan Masa Lalu

John Herdman
John Herdman

Jakarta | EGINDO.co – Pelatih kepala baru Indonesia, John Herdman, menyerukan agar negara memanfaatkan kekecewaan dari kegagalan sebelumnya untuk memotivasi kualifikasi Piala Dunia pertama dan untuk bersaing memperebutkan gelar regional dan kontinental.

Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai pengganti Patrick Kluivert pada hari Senin setelah pelatih asal Belanda itu berpisah dengan tim Indonesia menyusul upaya yang gagal untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Indonesia mencapai babak keempat kualifikasi Asia untuk pertama kalinya tahun lalu dengan skuad yang sebagian besar terdiri dari pemain kelahiran luar negeri, dan Herdman mengatakan bahwa pengalaman tersebut akan memberikan landasan bagi tim untuk meningkatkan diri.

“Saya yakin para penggemar ingin berada di Piala Dunia 2026, tetapi Anda harus menderita, Anda harus merasakannya,” kata Herdman setelah pengundian babak grup Kejuaraan ASEAN pada hari Kamis.

“Ini adalah kelompok pemain baru, pemain Indonesia yang mencoba untuk bersatu dan terhubung dalam waktu singkat.

Bakatnya ada, tetapi seringkali bakat itu membutuhkan waktu untuk bersatu, untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan. Kekalahan-kekalahan itulah yang menciptakan fondasi untuk masa depan.

Kelompok pemain ini, kami tidak punya alasan lagi sekarang. Kami telah menderita bersama, bakatnya ada dan kami memiliki kesempatan untuk membawa negara ini ke level berikutnya.”

Pertandingan pertama Herdman sebagai pelatih akan berlangsung pada bulan Maret di FIFA Series, yang akan dimainkan di Jakarta, sebelum negara ini mencoba memenangkan Kejuaraan ASEAN untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi selama 30 tahun pada bulan Juli dan Agustus.

Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini, yang memimpin Kanada ke Piala Dunia 2022, kemudian akan memimpin Indonesia menuju putaran final Piala Asia di Arab Saudi pada Januari 2027 dengan harapan negara ini akan melanjutkan pencapaian terbaiknya hingga babak 16 besar di edisi sebelumnya di Qatar.

“Tekanan itu adalah sebuah hak istimewa bagi para pemain, tetapi juga sebuah kutukan jika kita ingin melihatnya seperti itu,” kata Herdman tentang ekspektasi yang diletakkan pada para pemainnya oleh populasi negara yang gila sepak bola dengan jumlah penduduk 280 juta jiwa.

“Namun mentalitas yang sedang kita bangun adalah pola pikir perintis. Kita belum lolos ke Piala Dunia, kita belum memenangkan Piala Asia, kita belum memenangkan Piala ASEAN Hyundai. Kita memiliki kesempatan untuk melakukan semua hal itu. Itulah pola pikirnya. Itulah hak istimewanya.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top