Pejabat Senior Departemen Luar Negeri AS Kunjungi China

Daniel Kritenbrink
Daniel Kritenbrink

Washington | EGINDO.co – Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) tiba di Beijing pada hari Minggu (4/6) dengan rencana pertemuan yang akan diadakan pada minggu depan, sementara Washington berusaha untuk meningkatkan komunikasi dengan China pada saat hubungan kedua negara sedang tegang.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink akan membahas “isu-isu kunci dalam hubungan bilateral” selama kunjungannya ke China, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Ia akan didampingi oleh direktur senior Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih untuk urusan China dan Taiwan, Sarah Beran, kata pernyataan itu.

Hubungan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini tegang karena berbagai isu, mulai dari catatan hak asasi manusia Taiwan dan China hingga aktivitas militer di Laut China Selatan.

Selama perjalanannya hingga 10 Juni, Kritenbrink juga akan mengunjungi Selandia Baru untuk berpartisipasi dalam Dialog Strategis AS-Selandia Baru, kata departemen tersebut.

Pertemuan resmi Kritenbrink akan dimulai pada hari Senin, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Selama di Beijing, Kritenbrink akan mengangkat isu hak asasi manusia dalam pertemuan-pertemuannya seperti biasa, dan terus mengadvokasi kebebasan fundamental masyarakat di China, kata juru bicara tersebut.

Kedutaan Besar AS di Beijing tidak segera menanggapi permintaan untuk rincian lebih lanjut tentang rencana perjalanan Kritenbrink.

Kedatangan Kritenbrink bertepatan dengan peringatan penumpasan oleh pasukan China pada 1989 terhadap demonstran di dan sekitar Lapangan Tiananmen, Beijing, yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menewaskan ratusan, bahkan ribuan, pengunjuk rasa.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Sabtu untuk menandai ulang tahun penumpasan tersebut, dengan mengatakan, “Keberanian para korban tidak akan dilupakan dan terus menginspirasi para pendukung prinsip-prinsip ini di seluruh dunia.”

Diskusi mengenai penumpasan di Lapangan Tiananmen adalah hal yang tabu di Tiongkok dan disensor secara ketat di media sosial.

Lawatan Kritenbrink ini dilakukan menyusul kunjungan Direktur CIA William Burns ke Tiongkok bulan lalu. Seorang pejabat AS mengatakan Burns telah “menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi yang terbuka dalam saluran intelijen” dalam pertemuan dengan rekan-rekannya di China.

Sebaliknya, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menegur Cina pada hari Sabtu karena menolak untuk mengadakan pembicaraan militer.

Berbicara pada Dialog Shangri-La di Singapura, pertemuan puncak keamanan tertinggi di Asia, Austin mengatakan keengganan Beijing untuk berbicara merusak upaya untuk menjaga perdamaian di wilayah di mana kedua negara yang berseteru itu meningkatkan kekuatan militer mereka.

Blinken menunda perjalanan yang direncanakan pada bulan Februari ke Cina setelah sebuah balon mata-mata Cina yang diduga terbang melintasi wilayah udara AS di atas lokasi militer yang sensitif, yang memicu krisis diplomatik.

Namun Gedung Putih mengatakan bahwa upaya-upaya lebih lanjut sedang dilakukan untuk memfasilitasi kunjungan Blinken, serta Menteri Keuangan Janet Yellen dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top