Pedagang Takjil Di Barus Tidak Menyediakan Makanan Khas

Tidak Menyediakan makanan khas
Tidak Menyediakan makanan khas

Medan | EGINDO.co – Para pedagang Takjil di kota tua Barus kabupaten Tapanuli Tengah, provinsi Sumatera Utara tidak menyediakan makanan khas daerah pasisi atau makanan khas Barus, Tapanuli Tengah.

Hal itu dikatakan sejumlah pembeli yang pada saat bulan puasa Ramadhan 1444 hijriah ini datang ke kota tua Barus dan ingin menikmati takjil atau panganan untuk berbuka puasa dengan makanan khas daerah Barus.

Anwar Ibrahim (29) seorang yang mencari makanan khas Barus untuk dijadikan takjil atau panganan berbuka puasa mengakui kecewa dengan tidak ditemukannya pangan khas pasisi Tapanuli Tengah yang dijual para pejual takjil di inti kota tua Barus itu belum lama ini.

Baca Juga :  BOA Pangkas 16 Bankir Investasi di Hong Kong dalam Pemangkasan Global

Menurutnya, harusnya ada makanan khas pasisi dijual karena berada di kota tua Barus itu, diakuinya sebagai pendatang atau perantau yang berkunjung ke Barus tentunya rindu dengan panganan khas Barus untuk dijadikan panganan berbuka puasa.

Pedagang Takjil di Barus

Hal yang sama diakui Halimah (32) yang juga berkunjung ke kota tua Barus dan ingin mencari panganan khas pasisi tidak ditemukannya pada sejumlah pedagang takjil di Barus. “Harusnya adalah, karena berada di daerah pasisi maka seharusnya disediakan akan tetapi ternyata tidak ada, makanan yang dijual adalah makanan yang bukan khas pasisi dari Barus,” katanya kecewa.

Diakuinya, harusnya ada katupek, ada sarimukko, ada lapek dagang, ada bongkol, ada lapek baiti dan lainnya akan tetapi apa yang diinginkannya tidak ada dijual. Umumnya dijual panganan yang bukan panganan khas daerah Barus, termasuk untuk minuman seperti tebak tidak ada dijual.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Varian India Ditemukan Di Tangsel

EGINDO.co yang memantau apa yang dikatakan para pembeli takjil untuk berbuka puasa itu benar adanya. Tidak ditemukan pangan khas daerah Barus dan yang dijual makanan umum yang bukan khas daerah Barus.

Diakui sejumlah pedagang, mereka memang tidak menyediakan makanan khas pasisi Barus. Alasannya karena memang masyarakat Barus yang ingin membeli takjil lebih ingin panganan yang umum atau makanan dari daerah lain dari pada makanan khas dari pasisi Barus.

Selain itu diakui para pedagang takjil tahun ini mengalami penurunan pembeli. Kurang diketahui pasti penyebabnya akan tetapi dugaan sementara disebabkan daya beli masyarakat terhadap menu atau cemilan yang dijajakan untuk berbuka puasa, di bulan suci Ramadhan 1.444 hijriah tercatat menurun.

Baca Juga :  BSDE Akan Beli Aset Tanah 2.134 Meter Persegi Milik Smartel

Akibatnya, pendapatan (omzet) tidak stabil. Sejumlah pedagang takjil di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah, provinsi Sumatera Utara itu, mengeluh. Bila dibandingkan bulan Ramadhan tahun 2022 lalu, para pedagang mengaku mendapatkan keuntungan (Omset) hasil penjualan yang besar. Sedangkan untuk tahun ini, dinilai sangat mengalami penurunan secara drastis. Hal itu sudah terlihat sejak minggu pertama Ramadhan 1.444 Hijriah atau tahun 2023 Masehi.@

bs/timEGINDO.co

Bagikan :
Scroll to Top