Jakarta | EGINDO.com – Para pedagang bendera Merah Putih keliling di kota Jakarta mengeluh. Pasalnya karena sepi pembeli akibat imbas dari banyak warga membeli bendera Merah Putih dengan belanja online.
Hal itu diakui pedagang bendera Merah Putih keliling di kota Jakarta kepada kontributor EGINDO.com pada Sabtu (25/7/2026) di kawasan Jakarta Pusat. Para pedagang bendera keliling itu mengeluh saat menjelang HUT ke-81 Indonesia.
Jajang Sukirman (43) seorang pedagang bendera merah putih keliling mengakui dagangannya sepi pembeli meskipun bulan Agustus 2026 tinggal beberapa hari lagi. Sepinya pembeli menurutnya imbas dari gempuran belanja online yang makin marak.
Jajang mengatakan sepinya pembeli juga terjadi tahun lalu dimana dirinya sebagai pedagang bendera Merah Putih rutin setiap tahun. Penduduk Lebak Bulus itu mengaku sangat merasakan sepinya berjualan beberapa tahun terakhir. “Sudah sepi banget, terakhir kali penjualan ramai sekitar tiga tahun lalu,” katanya menegaskan.
Pengamatan EGINDO.com penjual bendera Merah Putih keliling musiman di Jakarta umumnya mulai bermunculan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Para pedagang itu menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki mendorong gerobak atau mangkal di pinggir jalan di berbagai wilayah seperti Matraman, Rawa Belong, Senen, dan Johar Baru.
Adapun titik mangkal dan rute yang sering terlihat di jalan protokol, area pemukiman padat, serta pasar tradisional seperti kawasan Matraman, Kramat Sentiong, dan Palmerah. Sedangkan jenis barang yang dijual adalah bendera Merah Putih berbagai ukuran, umbul-umbul, latar belakang pagar hingga pernak-pernik kecil. Sementara itu harga bendera mulai dari ukuran kecil harganya sekitar Rp5.000, bendera standar ukuran biasa mulai Rp30.000 hingga Rp40.000, serta tiang bambu sekitar Rp40.000,-
Menjawab pertanyaan EGINDO.com Jajang mengatakan lokasi penjualannya mengelilinginya adalah di daerah Fatmawati-Lebak Bulus dengan menjajakan dagangannya ke komplek-komplek perumahan. Namun, lelaki setengah baya itu mengatakan ingin juga ikut berjualan online tetapi tidak paham menggunakannya dan tidak mengerti cara berdagang online.@
Anwar Hasibuan/timEGINDO.com