Bangkok | EGINDO.co – Sebuah patung Buddha telah dibangun di perbatasan Thailand yang dipersengketakan dengan Kamboja, kata militer Bangkok pada hari Sabtu (24 Januari), di lokasi yang sama tempat mereka merobohkan dan memindahkan patung dewa Hindu bulan lalu.
Kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini telah saling melontarkan sindiran terkait patung-patung yang ditempatkan di wilayah yang dipersengketakan sejak Desember ketika gencatan senjata mengakhiri tiga minggu pertempuran mematikan, letusan terbaru dalam perselisihan mereka yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Bulan itu, pasukan Thailand menghancurkan patung dewa Hindu Wisnu di wilayah perbatasan yang dikenal oleh orang Thailand sebagai An Ma dan oleh orang Kamboja sebagai An Ses.
Para pejabat Kamboja mengutuk tindakan tersebut, sementara Thailand mengatakan itu perlu untuk menegaskan kendali atas wilayah tersebut dan tidak dimaksudkan untuk tidak menghormati kepercayaan agama.
Pada hari Rabu, Phnom Penh mengatakan angkatan bersenjata Thailand telah memasang patung Buddha di lokasi tersebut, menambahkan bahwa tindakan itu “tidak sesuai dengan langkah-langkah de-eskalasi” dalam gencatan senjata.
Angkatan darat Thailand pada hari Sabtu menuduh Kamboja melakukan “distorsi”.
Patung Buddha tersebut “tidak dimaksudkan untuk menghina atau merusak keyakinan pihak mana pun,” demikian pernyataan tersebut.
“Hal ini dilakukan dalam kerangka kebebasan beragama dan keyakinan, serta untuk meningkatkan moral di antara warga Thailand di daerah tersebut.”
Baik Kamboja maupun Thailand adalah negara mayoritas Buddha.
Konflik berkepanjangan mereka berakar pada sengketa teritorial atas demarkasi perbatasan sepanjang 800 km pada era kolonial.
Pertempuran bulan lalu menewaskan puluhan orang di kedua belah pihak.
Sejak gencatan senjata, Kamboja mengatakan Thailand telah merebut beberapa wilayah di provinsi perbatasan, dan menuntut penarikan pasukan Thailand dari wilayah yang diklaim oleh kedua belah pihak.
Sumber : CNA/SL