Medan | EGINDO.com – Pasca bencana banjir bandang dan longsor besar di Sumatera Utara terjadi pada 25 Hingga 30 November 2025 lalu akibat hujan lebat ekstrem yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Sedangkan untuk Sumatera Utara yang terdampak besar adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Tapanuli Selatan.
Kerusakan parah terjadi pada jalan penghubung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Humbang Hasundutan (Humbahas) menggambarkan kondisi infrastruktur pascabencana yang seolah kembali ke kondisi 20 tahun lalu. “Luar biasa, bencana sudah hampir satu tahun berlalu, tapi belum juga diperbaiki, luar biasa ini pemerintah, kemana dana pajak kendaraan masyarakat itu. Kini sudah kembali seperti 20 tahun yang lalu jalan Barus – Pakkat – Dolok Sanggul ini,” kata Anwar Siahaan (53) warga kota Medan yang melakukan perjalanan ke Barus dari Medan.
Menurut Anwar Siahaan tahun 1990-an hingga tahun 2000-an jalan Pakkat – Barus sangat sulit dilalui dan kemudian dibangun dan akhirnya bagus dan dilintasi banyak kendaraan. Kini kembali lagi seperti 20 tahun yang lalu.
Harusnya pemerintah kabupaten (Pemkab) pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat harus segera memperbaikinya. Namun, kenyataannya belum juga. “Nah, itulah resikonya jika kemarin tidak dinyatakan sebagai bencana nasional. Akhirnya terlantar dan memprihatinkan. Namun, seharusnya pemerintah daerah berinisiatif karena pajak kendaraan bisa digunakan akan tetapi kemana dananya, kan kasihan rakyat sudah membayar pajak kendaraan,” katanya kesal.
Sebagaimana diketahui dari pemberitaan bahwa rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor besar yang dipicu oleh curah hujan ekstrem, merusak jalan provinsi Sumatera Utara di berbagai titik penting. Dampak utama yang dirasakan di lapangan meliputi badan jalan di perbatasan kedua kabupaten retak berat, amblas, bahkan tertutup material longsor berupa lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan besar. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali, memaksa logistik dikirim melalui jalur udara secara terbatas atau dengan berjalan kaki sejauh berkilo-kilometer.

Pantauan EGINDO.com kondisi jalan yang rusak parah itu dibanyak titik dari Pakkat ke Barus dan begitu juga dari Pakkat ke Dolok Sanggul. Terpantau seperti Batu Sandiri tepatnya di dusun Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Dusun tersebut berada di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menghubungkan wilayah Pakkat dan Doloksanggul.
Disaming itu kondisi jalan yang rusak serta banyaknya tebing yang longsor serta badan jalan yang kritis akibat di sisi jalan sudah longsor sehingga hanya satu mobil saja boleh melintas. Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pengemudi yang baru pertama sekali melintasi jalan lintas Sumatera itu. Kondisi yang lebih berbahaya lagi ketika melintasinya pada malam hari, bila silap sedikit saja bisa terjun ke dalam jurang yang sangat dalam. Kondisi sangat memprihatinkan sebab jalan yang hancur itu adalah jalan provinsi, jalan lintas Sumatera.@
Bs/fd/timEGINDO.com