Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta diperkirakan akan mengalami stagnasi karena para pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS). Menurut Fanny Suherman, Kepala Analis Riset Retail BNI Sekuritas, AS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi untuk triwulan pertama pada Kamis (27/6/2024), disusul dengan rilis Indeks Harga Belanja Personal inti (Core PCE) pada hari berikutnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (26/6/2024), IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen atau 23 poin, mencapai level 6.905, meskipun investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp261 miliar. Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan mendapatkan dukungan pada rentang 6.850-6.870 sebagai level support, sementara resistansi terletak di kisaran 6.930-6.950.
Di Wall Street AS, bursa saham menguat pada Rabu (26/6/2024), didorong oleh kenaikan harga saham sektor teknologi. Indeks S&P 500 naik 0,16 persen, Dow Jones menguat 0,04 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 0,49 persen.
Bursa saham Asia juga mengalami kenaikan pada hari yang sama. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,26 persen, sementara indeks Topix menguat 0,56 persen. Di Korea Selatan, KOSPI mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen, sedangkan Kosdaq naik tipis 0,02 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,09 persen, namun S&P/ASX 200 Australia mengalami penurunan sebesar 0,71 persen. Pelaku pasar di Asia juga menantikan data inflasi Australia dan output manufaktur Singapura untuk bulan Mei 2024.
Menurut Fanny, output manufaktur Singapura diperkirakan mencapai pertumbuhan sebesar 3,8 persen pada bulan Mei, meningkat dari angka sebelumnya yang tercatat sebesar 3,6 persen.
Sumber: rri.co.id/Sn