Pasar Tunggu Pengumuman The Fed, Rupiah Diperkirakan Melemah

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menilai, pelaku pasar uang masih menunggu pengumuman hasil rapat moneter The Fed. Karena itu, diperkirakannya nilai tukar rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS, Rabu (20/3/2024).

Rupiah berada di posisi Rp15.718 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini. Artinya, nilai tukar rupiah turun 27 poin, atau 0,17 persen.

“Perhatian pelaku pasar kelihatannya masih tertuju ke pengumuman hasil rapat moneter Bank Sentral Amerika Serikat. The Fed akan mengumumkan hasil pertemuan dua harinya pada Rabu malam atau Kamis dini hari waktu Indonesia,” katanya.

​Ia melanjutkan, sikap pasar yang masih menunggu, membuat dolar AS menguat terhadap nilai tukar utama dunia dan emerging markets. Indeks dolar AS menguat sejak pekan lalu.

Baca Juga :  Nicole Mann, Wanita Asli Amerika Pertama Di Luar Angkasa

“Indeks dolar AS saat ini berada di kisaran 103,87. Sedangkan pada penutupan pekan lalu di kisaran 103,44,” ujarnya.

Ariston juga mengatakan, sentimen pasar juga dipengaruhi data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu. Data menunjukkan inflasi Amerika Serikat naik dari 3,1 persen menjadi 3,2 persen.

Kenaikan inflasi memicu ekspektasi pelaku pasar terhadap hasil rapat The Fed nanti. Pasar berspekulasi kemungkinan The Fed akan memberikan pernyataan yang tidak terlalu agresif, terkait pemangkasan suku bunga acuannya.

“Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.750-15.780. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.700 per dolar AS,” ucap Ariston menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :