Pasar Lesu, IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi terkoreksi hari ini. Dalam penutupan perdagangan Rabu (17/4/2024), IHSG turun 33 poin (0,47 persen) ke level 7.130.

“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan koreksi sepanjang belum mencapai level di atas 7.200- 7.230. Level support berada di 7.000-7.070 dan level resist berada di 7.200-7.230,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya, Kamis (18/4/2024).

​Menurut Tim Analis BNI Sekuritas, pelemahan IHSG kemarin disertai net sell (jual bersih) investor asing sebesar Rp439 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, BBRI, BMRI, UNVR, dan ASII.

Di bursa global, indeks saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak bervariasi. Sedangkan indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat mengalami penurunan  yang dalam.

Baca Juga :  IHSG Berpeluang Menguat Di Tengah Penggerakan Bursa Asia

Dow Jones turun 0,12 persen, S&P 500 kehilangan 0,58 persen, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,15 persen. Pelemahan dipicu sikap investor terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed.

Selain itu, pendapatan sejumlah perusahaan melemah pada awal musim pelaporan keuangan. Contohnya perusahaan raksasa asuransi Travelers yang laba kuartal pertamanya meleset dari ekspektasi pasar.

Pasar saham Asia-Pasifik berbalik arah beragam setelah aksi jual besar-besaran pada perdagangan Rabu. Indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,02 persen, Shanghai China melesat 2,14 persen.

Kenaikan indeks saham masih dibatasi komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Powell mengisyaratkan kebijakan The Fed yang masih hawkish (ketat) terhadap rencana pelonggaran suku bunga.

Baca Juga :  Korea Utara Melakukan Latihan Serangan Nuklir Taktis

Sementara, Nikkei 225 Jepang melemah 1,32 persen, setelah sempat naik 0,15 persen pada pembukaan perdagangan. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,98 persen dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,09 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :