Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin Ambles Hampir 5% dalam Sehari

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pasar aset kripto mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, dipimpin oleh koreksi tajam pada Bitcoin (BTC). Berdasarkan data CoinMarketCap per Kamis, 5 Februari 2026 pukul 08.20 WIB, harga Bitcoin tercatat turun 4,88% ke level USD 72.344,92 per koin.

Pelemahan harian tersebut memperpanjang tren penurunan dalam berbagai rentang waktu. Dalam sepekan terakhir, BTC telah merosot 18,64%, bahkan terkoreksi sekitar 40% dibandingkan posisi puncaknya pada Oktober lalu. Tekanan ini erat kaitannya dengan gelombang likuidasi besar di pasar derivatif serta aksi jual dari posisi berleverage tinggi.

Meski terkoreksi, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni sekitar USD 1,45 triliun, dengan tingkat dominasi pasar 58,66%.

Penurunan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Mayoritas kripto berkapitalisasi besar juga mencatatkan koreksi dalam:

  • Ethereum (ETH) turun 5,41%

  • Binance Coin (BNB) melemah 8,53%

  • XRP terkoreksi 6,49%

  • Solana (SOL) turun 7,31%

  • Dogecoin (DOGE) melemah 4,13%

  • Cardano (ADA) turun 4,14%

  • Chainlink (LINK) terkoreksi 4,50%

Di tengah tekanan pasar, hanya segelintir aset yang mampu bertahan di zona hijau. Bitcoin Cash (BCH) naik tipis 0,17%, HYPE menguat 3,22%, dan UNUS SED LEO (LEO) bertambah 0,34%. Sementara itu, stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) relatif stabil karena dipatok terhadap dolar AS.

Tekanan di pasar kripto dipicu beberapa faktor utama, antara lain:

  1. Likuidasi posisi spekulatif
    Penurunan harga memicu forced liquidation pada kontrak berleverage, mempercepat laju koreksi.

  2. Gejolak pasar keuangan global
    Ketidakpastian makroekonomi membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

  3. Dampak kebijakan tarif Amerika Serikat
    Kebijakan perdagangan terbaru AS menambah sentimen risk-off di pasar global.

Sejumlah analis yang dikutip oleh Bloomberg dan Reuters menilai tekanan jangka pendek masih dipengaruhi dinamika likuiditas global dan penguatan dolar AS. Namun, keduanya juga menyoroti bahwa minat institusional terhadap aset kripto belum surut.

Terlepas dari koreksi tajam, faktor fundamental jangka menengah dinilai masih relatif konstruktif. Adopsi institusional terus berlangsung, ditopang peluncuran berbagai produk investasi berbasis kripto serta sikap pemerintah AS yang cenderung lebih akomodatif terhadap industri aset digital.

Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar melihat fase pelemahan saat ini sebagai bagian dari siklus konsolidasi, bukan pembalikan tren jangka panjang. (Sn)

Scroll to Top