Pasar Emas Perhiasan Berfluktuasi, Strategi Beli Jadi Penentu Keuntungan

Ilustrasi emas perhiasan
Ilustrasi emas perhiasan

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan dinamika yang berbeda pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Variasi harga tersebut kembali menjadi sorotan pelaku pasar dan masyarakat, mengingat emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), tetapi juga memiliki nilai konsumtif sebagai bagian dari gaya hidup.

Kondisi fluktuatif ini mendorong konsumen dan investor ritel untuk lebih cermat dalam menentukan waktu pembelian. Pemantauan harga secara berkala dinilai krusial agar transaksi yang dilakukan tetap efisien serta memberikan potensi keuntungan optimal.

Berdasarkan pembaruan harga di sejumlah gerai, emas perhiasan di Raja Emas tercatat mengalami koreksi dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Harga emas kadar 24 karat berada di level Rp2.400.000 per gram, sementara kadar 18 karat dipatok Rp1.639.000 per gram. Penurunan ini mencerminkan adanya penyesuaian mengikuti pergerakan harga emas global maupun nilai tukar rupiah.

Sebaliknya, tren berbeda terlihat di Laku Emas. Gerai tersebut justru mencatat kenaikan harga pada sebagian besar kadar. Emas 24 karat diperdagangkan di angka Rp2.415.000 per gram, sedangkan 18 karat berada di posisi Rp1.638.000 per gram.

Sejumlah analis menilai disparitas harga antar gerai merupakan hal yang lazim, dipengaruhi faktor biaya produksi, margin usaha, serta strategi penjualan masing-masing pelaku ritel. Mengacu pada pemberitaan media ekonomi seperti Bisnis Indonesia dan Kontan, pergerakan harga emas domestik juga sangat dipengaruhi tren emas dunia, suku bunga global, serta volatilitas mata uang.

Dengan kondisi pasar yang bergerak dinamis, masyarakat diimbau tidak hanya berpatokan pada satu referensi harga. Perbandingan lintas gerai serta pemantauan tren global menjadi langkah penting sebelum memutuskan pembelian emas perhiasan maupun investasi. (Sn)

Scroll to Top