Nagoya | EGINDO.co – Panitia penyelenggara Asian Games menyampaikan “permintaan maaf yang sebesar-besarnya” pada hari Sabtu (19 September) karena memutarkan lagu kebangsaan Korea Utara untuk tim hoki putra Korea Selatan.
Para pejabat Korea Selatan merasa geram dengan insiden terbaru yang menimpa ajang Nagoya-Aichi Games ini, yang resmi dibuka setelah masa persiapan yang diwarnai berbagai kendala.
Dalam pertandingan hari Jumat melawan Bangladesh, para pemain Korea Selatan berbaris untuk prosesi lagu kebangsaan, namun mereka tampak bingung ketika lagu Korea Utara yang justru diperdengarkan.
Panitia kemudian memutarkan lagu kebangsaan Bangladesh dan menyusul kemudian lagu Korea Selatan, demikian dilaporkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap. Korea Selatan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 5-0.
“Selama pertandingan hoki putra antara Korea (Selatan) dan Bangladesh pada 18 September, lagu kebangsaan yang salah sempat diperdengarkan sebelum pertandingan dimulai,” ujar panitia penyelenggara Asian Games kepada AFP pada hari Sabtu.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pada hari Jumat, “pejabat yang bertanggung jawab atas hubungan dengan Komite Olimpiade Nasional mengunjungi delegasi Republik Korea dan menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas insiden tersebut”.
“Kami juga akan berupaya mencegah kejadian serupa terulang kembali dan ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terdampak oleh masalah ini.”
Penyiar stadion sempat meminta maaf atas kekeliruan tersebut, namun pelatih Korea Selatan, Min Tae-seok, tidak bisa menerima hal itu begitu saja.
“Ini adalah masalah yang sangat serius. Saat kami melayangkan protes, mereka berkata, ‘Kami mohon maaf. Bukan berarti lagunya tidak disiapkan, tetapi ada kesalahan dari pihak yang bertugas memutarnya’,” ujarnya.
“Namun, ini adalah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi sama sekali.”
Masa persiapan ajang ini sebelumnya telah diwarnai oleh keluhan dari berbagai tim mengenai kualitas dan ketersediaan akomodasi.
Beberapa tim juga sempat tertahan di bandara hingga enam jam saat mereka tiba pekan ini.
Sumber : CNA/SL