Medan | EGINDO.com – Palang pintu perlintasan Kereta Api (KA) rusak di jalur wisata Sergai Sumatera Utara (Sumut) belum diperbaiki, ancam korban jiwa. Kondisi palang pintu perlintasan kereta api yang tidak berfungsi di Dusun I, Desa Sei Buluh, dan Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara sudah tiga bulan lamanya.
Pantauan EGINDO.com terlihat alang pintu perlintasan Kereta Api itu rusak sementara perlintasan sebidang itu merupakan jalan jalur ke lokasi wisata di Kabupaten Sergai yang jelas banyak yang melintasinya, terutama para wisatawan yang berkunjung.
Informasi yang dihimpun EGINDO.com pada Sabtu (6/6/2026) dari sejumlah wisatawan yang melintasi perlintasan itu terkejut sebab palang pintu perlintasan kereta apinya rusak. Anwar (42) seorang wisatawan yang berkunjung ke objek pantai di Sergai mengaku terkejut ketika melintas sebab palang pintu perlintasan rusak dan kereta api melintas dengan kleksonnya.
Bukan hanya Anwar akan tetapi dikeluhkan sejumlah warga dan pengguna jalan. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan pantai di pesisir Sergai.
Keluhan yang sama juga datang dari Irwan Saragih (46), warga Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang mengatakan kerusakan palang pintu di perlintasan kereta api Desa Sei Buluh sangat memprihatinkan karena lokasi tersebut merupakan akses utama menuju sejumlah objek wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pasalnya katanya banyak pengendara mengira palang pintu masih berfungsi normal sehingga kurang waspada saat melintas. Kondisi itu berpotensi memicu kecelakaan karena kereta api tetap melintas tanpa adanya penghalang otomatis.
Irwan Saragih sangat kesal karena melihat ada palang pintunya, jadi tetap melintas saja. Ternyata palang pintunya tidak berfungsi dan ini sangat membahayakan sekali. “Kita sangat menyesalkan hal ini kepada pihak kereta api, apa menunggu dulu terjadi kecelakaan da nada korban jiwa baru diperbaiki.
Menurut warga di sekitar perlintasan menyebutkan kerusakan palang pintu di Desa Sei Buluh telah berlangsung hampir tiga bulan atau sejak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lalu. Menurut warga, perlintasan menuju kawasan wisata tersebut sebelumnya juga kerap memakan korban. Sebagian besar korban merupakan wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Cemara Kembar, Pantai Romantis, maupun Pantai Mangrove.
Warga juga kesal karena palang pintu perlintasan kereta api tidak juga berfungsi, warga khawatir akan ada korban jiwa. Untuk itu warga berharap palang pintu perlintasan kereta api segera diperbaiki.@
Myas/timEGINDO.com