Pakistan Kembali Buka Penerbangan Ke Inggris Setelah Larangan 5 Tahun

Pakistan International Airlines kembali terbang ke UK
Pakistan International Airlines kembali terbang ke UK

Islamabad | EGINDO.co – Maskapai penerbangan milik negara Pakistan International Airlines kembali mengoperasikan penerbangan ke Inggris pada hari Sabtu (25 Oktober) untuk pertama kalinya dalam lima tahun setelah pencabutan larangan yang diberlakukan terkait skandal lisensi pilot palsu.

Maskapai ini menghadapi larangan dari Inggris dan Uni Eropa pada Juni 2020 setelah kecelakaan maut di Karachi yang menewaskan hampir 100 orang, dan kemudian terungkapnya pilot dengan lisensi palsu.

Larangan Eropa dicabut pada November 2024 setelah audit keselamatan ekstensif, membuka jalan bagi PIA untuk memulihkan rute yang ditangguhkan pada Januari tahun ini.

Penerbangan Boeing 777 pertama dari Islamabad ke Manchester pada hari Sabtu menandai kembalinya PIA setelah berbulan-bulan inspeksi dan reformasi yang memulihkan kepercayaan Inggris terhadap sistem penerbangan Pakistan.

“Penerbangan ke Manchester merupakan awal yang luar biasa, tetapi kami bertekad untuk memulai penerbangan ke London dan Birmingham selanjutnya,” ujar Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Mohammad Asif dalam sebuah upacara yang diadakan di Bandara Internasional Islamabad.

Asif mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa penerbangan tersebut penting bagi lebih dari 1,4 juta warga Pakistan di Inggris dan Eropa, dan mencatat bahwa remitansi yang mereka kirim merupakan tulang punggung perekonomian Pakistan.

“Menyediakan penerbangan langsung bagi mereka merupakan kewajiban moral dan nasional,” ujarnya. “Layanan ini akan menghemat waktu mereka, menawarkan tarif yang wajar, dan menyediakan koneksi udara langsung ke tanah air mereka.”

Komisaris Tinggi Pakistan untuk Inggris, Mohammad Faisal, memuji peluncuran kembali ini sebagai langkah maju yang besar bagi hubungan ekonomi dan budaya antara kedua negara.

“Tonggak sejarah ini akan membawa manfaat ekonomi yang besar; menghasilkan pendapatan yang substansial, meningkatkan perdagangan dan pariwisata, serta memperluas pergerakan orang dan barang,” ujarnya dalam sebuah acara baru-baru ini di London.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top