Pabrik Baru Indah Kiat Telah Siap 28 Persen per Februari 2024

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

Jakarta | EGINDO.co – Progres proyek pabrik baru Indah Kiat telah selesai 28 persen per Februari 2024 dimana raksasa Emiten Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan pinjaman bernilai jumbo, perusahaan kertas milik Grup Sinarmas, mengungkapkan bahwa progres pembangunan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, mencapai 28% pada Februari 2024.

Hal itu terungkap dalam ulasan Mandiri Sekuritas yang memuat ringkasan dari Mandiri Investment Forum 2024 disebutkan hingga saat ini, INKP telah menggelontorkan 25% dari belanja modal (capital expenditure/capex) dengan menggunakan kas internal dan mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$ 1,8 miliar (Rp 28 triliun) dari 29 bank.

Indah Kiat mulai membangun pabrik baru berkapasitas 3,9 juta ton di Karawang, Jawa Barat, sejak 2023. Setelah ekspansi itu, kapasitas produksi Indah Kiat bakal mencapai 11 juta ton. Adapun total capex proyek raksasa itu senilai US$ 3,6 miliar (Rp 56 triliun). Dari jumlah tersebut, sebesar 60 persen akan dibiayai oleh utang.

Baca Juga :  Macron Naikkan Usia Pensiun, Pengunjuk Rasa Terus Berjuang

Rencana capex Indah Kiat untuk pabrik baru telah melebihi target minimal BKPM untuk mendapatkan tax holiday. Dengan demikian, perseroan berhak mendapatkan tax holiday selama 22 tahun berupa pengurangan PPh badan 100% selama 20 tahun ditambah pengurangan PPh badan 50% selama 2 tahun.

INKP menyebutkan bahwa tingkat utilisasi pabrik baru akan mencapai 50-60% pada akhir 2025 dan secara bertahap akan meningkat menjadi 90% pada 2026. Pabrik baru tersebut diharapkan memiliki biaya tunai yang lebih rendah sekitar 30% berkat integrasi produksi dan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar utama. Kertas industri yang diproduksi akan menghasilkan gross profit margin (GPM) sebesar 35-40% dibandingkan GPM kertas industri dan tisu saat ini sekitar 25%. INKP berencana untuk mengekspor 80% dari total output pabrik baru ke China, Filipina, dan negara-negara Eropa. Perseroan juga akan menambah produk hilir dari proyek baru, misalnya cangkir kertas dan kemasan makanan.

Baca Juga :  Rilis Oktober 2022, Indah Kiat Tawarkan Obligasi Rp3,81 T

Hingga September 2023, sebagian besar pendapatan INKP berasal dari pulp yaitu mencapai 39%. Diikuti, kertas industri dan tisu sebesar 35% serta kertas budaya 26%. Tahun 2024, perseroan memperkirakan bahwa stabilnya permintaan dari pasar Eropa dan Timur Tengah dapat mengimbangi potensi perlambatan di pasar China.

INKP didirikan pada 1976 dan bergerak di bidang manufaktur pulp dan kertas. Perseroan memproduksi bubur kertas (pulp), tisu, dan berbagai jenis kertas budaya dan industri. INKP memiliki tiga pabrik di Riau, Tangerang, dan Serang. Total kapasitas terpasang sebesar 7,2 juta ton. Kapasitas pulp, kertas budaya, kertas industri, dan tisu pada 2023 masing-masing sebanyak 3,1 juta ton, 1,6 juta ton, 2,4 juta ton, dan 0,1 juta ton.@

Baca Juga :  Amunisi Dan Roket Anti-Tank AS US$ 2,6 Miliar Untuk Ukraina

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :