New York | EGINDO.co – Saham perusahaan telekomunikasi AS melemah pada hari Jumat menyusul laporan bahwa SpaceX tengah mencari ribuan lokasi menara seluler untuk membangun operator nirkabel keempat, yang memicu kekhawatiran akan munculnya persaingan baru.
Perusahaan roket dan teknologi luar angkasa milik Elon Musk tersebut dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakses setidaknya 80.000 lokasi menara seluler guna membangun operator nirkabel dari nol. Demikian dilaporkan oleh Bloomberg News pada Kamis malam, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Saham AT&T turun 5,6 persen ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan, Verizon melemah 1,6 persen, dan T-Mobile terkoreksi 5 persen.
Deutsche Telekom asal Jerman, yang memegang lebih dari 50 persen saham di T-Mobile, mencatat penurunan sebesar 3,2 persen.
“Dampak persaingan mungkin baru akan terasa beberapa tahun lagi, namun antisipasi yang muncul—yang diperkuat oleh berbagai langkah terkait spektrum dan infrastruktur—kemungkinan akan terus menjadi beban bagi sentimen di sektor ini,” tulis analis Bernstein dalam sebuah catatan.
Pihak operator menara telekomunikasi maupun SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Laporan ini muncul beberapa minggu setelah SpaceX mengakuisisi spektrum pita frekuensi rendah (low-band) untuk memajukan rencana pembentukan operator nirkabelnya. Langkah ini menghadirkan tantangan langsung berbasis orbit terhadap raksasa telekomunikasi nirkabel yang sudah mapan di AS, yang sempat menyebabkan saham AT&T dan Verizon mengalami penurunan harian terburuk dalam lebih dari dua dekade.
Analis Bernstein menyatakan bahwa kesepakatan sebagai operator jaringan virtual seluler (MVNO) dengan SpaceX mungkin tidak menarik bagi operator telekomunikasi yang ada. Namun, sikap kompak untuk menolak kerja sama tersebut tidak banyak membantu memperbaiki sentimen pasar, sehingga memaksa para operator untuk mengevaluasi kembali pilihan mereka.
Starlink, layanan milik SpaceX, saat ini telah menghasilkan pendapatan dari layanan internet di wilayah pedesaan atau daerah dengan kepadatan penduduk rendah. Meski demikian, untuk menjadi pesaing nyata bagi operator-operator besar, SpaceX masih memerlukan waktu bertahun-tahun serta pembangunan jaringan terestrial (darat).
Di sisi lain, saham operator menara Crown Castle justru melonjak 11,6 persen setelah laporan tersebut menyebutkan perusahaan itu sebagai salah satu penyedia infrastruktur seluler yang sedang dalam pembicaraan dengan SpaceX.
Saham operator menara lainnya juga mengalami kenaikan; American Tower naik 4,9 persen, sementara SBA Communications menguat 4,6 persen.
Saham SpaceX sendiri naik 1,7 persen.
Sumber : CNA/SL