OPEC+ Diperkirakan Akan Pertahankan Target Produksi Minyak Tetap Stabil

OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries)
OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries)

London/Moskow | EGINDO.co – Negara-negara produsen minyak OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan target produksi minyak untuk bulan Desember dalam pertemuan hari Minggu, di tengah upaya kelompok tersebut menghadapi gangguan ekspor akibat konflik AS-Iran.

Tujuh anggota inti OPEC+ telah menyepakati secara prinsip untuk tidak mengubah tingkat produksi bulan depan, ungkap tiga sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters pada hari Sabtu. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi bahwa penyesuaian kebijakan lebih lanjut baru akan dilakukan tahun depan.

Pertemuan daring yang melibatkan tujuh negara—Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman—ini berlangsung di saat negara-negara anggota di kawasan Teluk berupaya meningkatkan ekspor yang sempat terganggu selama berbulan-bulan akibat konflik tersebut. Meski demikian, sebagian besar negara anggota masih memproduksi minyak jauh di bawah target yang ditetapkan.

Semua sumber tersebut meminta agar identitas mereka tidak diungkap. Salah satu sumber menyebutkan bahwa pertemuan akan dimulai pada pukul 12.00 GMT.

OPEC+ terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) beserta negara-negara sekutunya, termasuk Rusia.

Sepanjang tahun 2026, kelompok ini telah berupaya meningkatkan target produksi. Pada bulan September, mereka merampungkan penghapusan bertahap kebijakan pemangkasan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali disepakati pada tahun 2023. Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, mereka juga telah mempertahankan target yang sama untuk bulan Oktober dan November.

Pada bulan Juli, Reuters melaporkan bahwa OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah target produksinya selama kuartal keempat, karena fokus mereka kini beralih pada negosiasi kuota untuk tahun 2027.

Kelompok ini masih menerapkan satu lapisan pemangkasan produksi sebesar sekitar 2 juta barel per hari yang mencakup sebagian besar negara anggota hingga akhir tahun 2026.

Menurut sejumlah sumber, OPEC+ perlu merampungkan tinjauan terhadap kapasitas produksi masing-masing anggota selama kuartal keempat. Tinjauan ini menjadi prasyarat untuk menetapkan angka dasar (baseline) tahun 2027, yang nantinya akan menentukan kuota di masa depan serta menyusun rencana untuk mengakhiri pemangkasan produksi tersebut.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top