OKI Pulp & Paper Mills Akses Air Minum Masyarakat Metode RO

OKI Pulp & Paper Mills berkomitmen aspek keberlanjutan
OKI Pulp & Paper Mills berkomitmen aspek keberlanjutan

Palembang | EGINDO.co – OKI Pulp & Paper Mills (OKI) perusahaan yang berkomitmen aspek keberlanjutan, menyadari bahwa untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan, diperlukan adanya hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan stakeholder di sekitar wilayah operasinya. Selain kegiatan produksi, OKI aktif melaksanakan program sosial untuk masyarakat di sekitar pabrik. Kegiatan sosial tersebut direalisasikan dalam bentuk program CSR perusahaan yang meliputi bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan lain sebagainya.

Dalam laman resmi OKI yang dikutip EGINDO.co menyebutkan implementasikan program CSR, Studi Dampak Sosial (SDS) menjadi pijakan dalam melakukan kelola sosial. SDS dilaksanakan bekerja sama dengan pihak eksternal independen untuk melihat dampak dari operasional perusahaan, potensi dan permasalahan yang ada di sekitar OKI. Salah satu program CSR yang menjadi rekomendasi di SDS adalah perlunya dukungan akses air minum layak untuk masyarakat di sekitar area operasi PT OKI, dimana akses air bersih masyarakat masih minim.

Masalah air bersih menjadi kebutuhan yang krusial bagi masyarakat, mengingat kondisi air di sekitar pabrik, merupakan air gambut yang kurang layak terutama untuk air minum. Selama ini, masyarakat banyak menggunakan air hujan untuk kebutuhan MCK dimana ketersediaannya masih sangat terbatas dan untuk memenuhi kebutuhan air minum dari pembelian air galon yang disediakan dari Palembang dengan harga yang cukup mahal yaitu Rp 15.000 per galon. Melihat kondisi ini, PT OKI berinisiatif mendukung peningkatan akses air minum masyarakat dalam bentuk fasilitasi pengembangan sistim pengelolaan air minum dengan metode Reverse Osmosis (RO) untuk masyarakat di sekitar PT OKI. Upaya ini merupakan salah satu target Keberlanjutan yang dituangkan dalam Sustainability Roadmap Vision 2030. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals nomor 6 tentang air bersih dan sanitasi.

Baca Juga :  Mengenal Proses Pembuatan Masker Bedah MediShield by Paseo

Mendukung peningkatan akses air minum layak dan murah bagi masyarakat di sekitar pabrik melalui pengolahan air gambut dengan teknologi RO. Mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan instalasi air minum mandiri oleh masyarakat, peningkatan kapasitas, dukungan teknis, pembinaan, partisipasi dalam program. Program tersebut menyasar masyarakat di 20 desa sekitar PT OKI Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Masyarakat sekitar area tersebut, melalui kelompok pengelola air minum aktif berpartisipasi dalam pengembangan instalasi melalui gotong royong penyediaan lokasi, rumah instalasi dan pembangunannya.

Akses Air Minum masyarakat dengan metode RO lebih murah dibandingankan dengan air galon dari Palembang

Berdasarkan hasil SDS PT OKI, masalah air minum menjadi isu utama di masyarakat, dimana hal ini diperkuat juga oleh tim CSR OKI melalui diskusi baik formal maupun informal dengan masyarakat. Dukungan terhadap penyediaan air minum dimulai dengan piloting di 1 titik yaitu di Desa Bukit Batu pada tahun 2017 dan dilaksanakan bertahap sampai tahun 2021 dengan total instalasi RO yang berjalan 20 titik di 20 desa beserta dukungan pengelolaan untuk kelompok pengelola.

Baca Juga :  Properti Sumbang 40% Emisi Karbon, Jakarta Kini Sehat

Kegiatan dimulai tahun 2017, dengan dibangun 1 RO di Desa Bukit Batu dan dilanjutkan dengan pengembangan RO pada tahun-tahun berikutnya. Dalam implementasinya OKI mill bekerjasama dengan pemerintah desa, masyarakat dan mitra dalam melatih masyarakat untuk operasional dan pengadaan sarana dan prasarana RO. Dalam pengembangan RO, masyarakat juga berkontribusi dengan pembangunan rumah RO. Adapun lahan untuk lokasi RO menggunakan lahan dari desa. Masyarakat dengan dikoordinir oleh pemerintah desa, berkontribusi dengan bergotong royong untuk menyiapkan lokasi Rumah RO, yang nantinya akan digunakan operasional kegiatan. Dalam pengoperasiannya RO dikelola dengan dikoordinir oleh pemerintah desa melalui kelompok pengelola RO.

Pengembangan pengolahan air minum dengan metode RO memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Masyarakat lebih mudah dalam mengakses air minum layak dan sehat dengan harga jauh lebih murah dan jarak yang dekat dengan pemukiman mereka. Secara otomatis, hal ini menghemat pengeluaran masyarakat. Dengan tarif per galon Rp.7000, harga ini jauh lebih murah dibandingankan dengan air galon yang disediakan dari Palembang yang biasa masyarakat beli dengan harga Rp.15.000 per galonnya. Masyarakat banyak membeli air RO terutama pada musim kemarau dengan rata-rata kebutuhan perhari mencapai 100 galon. Sedangkan pada musim hujan mencapai 50 galon per harinya. Air galon RO dipasarkan melalui pendistribusian ke warung-warung yang ada di sekitar pemukiman masyarakat. Selain itu banyak masyarakat yang datang ke lokasi RO untuk langsung membeli. Dengan adanya RO ini masyarakat merasa sangat terbantu karena akses air minum menjadi lebih mudah dan lebih murah. Sampai tahun 2022, sudah ada 23 instalasi RO yang dibantu oleh PT OKI.@

Baca Juga :  INKP Lakukan Ekspansi Pabrik, Berapa Target Nilai Sahamnya

Bs/timEGINDO,co

Bagikan :