Jakarta|EGINDO.co Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan) menegaskan komitmennya untuk mempercepat agenda reformasi pasar modal Indonesia melalui penguatan komunikasi dan keterlibatan aktif dengan investor institusi global. Langkah ini menjadi tindak lanjut dari hasil MSCI Market Classification Review 2026 yang menekankan bahwa pelaku pasar internasional kini lebih menitikberatkan pada konsistensi serta efektivitas implementasi reformasi, bukan sekadar rencana kebijakan.
Dalam pelaksanaannya, OJK memperluas kerja sama strategis dengan berbagai mitra internasional, termasuk World Bank, International Finance Corporation, serta ASIFMA. Kolaborasi tersebut difokuskan pada fasilitasi dialog berkala dengan investor global, guna memastikan arah reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara transparan sekaligus memperoleh masukan yang konstruktif.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa koordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus diperkuat agar seluruh agenda reformasi dapat tersampaikan secara utuh kepada komunitas investasi internasional. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dengan investor institusi global.
“Tak hanya itu, kami juga berkomunikasi secara berkala dengan kalangan investor institusi global, antara lain difasilitasi oleh World Bank, IFC, dan ASIFMA, sehingga kita dapat menyampaikan dan menjelaskan progres capaian reformasi yang kita implementasikan secara langsung kepada mereka,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, OJK menilai bahwa status Indonesia sebagai emerging market bukanlah titik akhir dari agenda reformasi, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperkokoh integritas pasar modal nasional.
Dari sisi fundamental, OJK memandang prospek pasar modal Indonesia masih solid, ditopang oleh stabilitas makroekonomi, meningkatnya partisipasi investor ritel, serta kinerja emiten yang tetap terjaga. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang emiten domestik untuk masuk ke dalam indeks global sekaligus memperluas eksposur terhadap investor internasional.
Sejumlah pelaku pasar global, termasuk Reuters dan Bloomberg L.P., menyoroti bahwa konsistensi reformasi di pasar negara berkembang menjadi faktor kunci dalam menjaga minat investasi jangka panjang di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan berbagai langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin terintegrasi dengan standar internasional dan mampu menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)