OJK: Ekonomi Global Membaik, Namun Tantangan Perlambatan Masih Membayangi 2026

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar

Jakarta|EGINDO.co Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perekonomian global menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih menjadi perhatian utama. Kinerja ekonomi Amerika Serikat tercatat tetap solid dengan inflasi yang bergerak menurun, sementara China masih menghadapi tekanan dari lemahnya konsumsi domestik serta berlanjutnya masalah di sektor properti.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global hingga akhir 2025 masih berada di zona ekspansi, meskipun pertumbuhannya berlangsung secara moderat. Kondisi ini mencerminkan ketahanan ekonomi global di tengah berbagai tantangan struktural dan geopolitik.

Dari sisi kebijakan moneter, arah kebijakan bank sentral global menunjukkan perbedaan yang semakin nyata. Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) dan Bank of England kembali mengambil langkah pelonggaran dengan memangkas suku bunga acuan. Sebaliknya, Bank of Japan memilih jalur yang lebih ketat dengan menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, seiring tekanan inflasi yang relatif persisten di Jepang.

Menurut Mahendra, perbedaan kebijakan tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global, baik di pasar saham maupun obligasi. Sementara itu, ke depan prospek ekonomi global pada 2026 diperkirakan masih melanjutkan tren perlambatan. Lembaga-lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan berada di bawah rata-rata pra-pandemi, seiring meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, OJK menilai kondisi perekonomian domestik Indonesia tetap berada dalam jalur yang terjaga. Aktivitas manufaktur nasional masih mencatatkan ekspansi, inflasi inti bergerak terkendali, dan kinerja eksternal tetap solid dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

OJK menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)

Scroll to Top