Jakarta|EGINDO.co Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat dukungan terhadap industri modal ventura. Menurutnya, penguatan regulasi, permodalan, tata kelola, dan jaringan bisnis penting untuk membantu startup serta UMKM berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan Akhmad Munir dalam Talkshow Jurnalistik bertema “Bulan Literasi Keuangan, Saatnya Memperkuat Kualitas Portofolio dalam Modal Ventura” di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ia menilai akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan rintisan. Karena itu, kolaborasi antara OJK, asosiasi industri seperti Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), serta pelaku usaha dinilai diperlukan untuk membangun ekosistem modal ventura yang lebih kuat.
“Banyak startup kita masih menghadapi kendala permodalan. Karena itu, modal ventura perlu memperkuat jaringan, tata kelola, dan ekosistem bisnisnya. Untuk itu, dibutuhkan dukungan OJK,” ujar Munir.
Data OJK menunjukkan pembiayaan modal ventura pada Juni 2026 mencapai Rp16,28 triliun, mengalami kontraksi 0,48 persen secara tahunan. Meski demikian, industri ini tetap memiliki peran strategis sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha rintisan dan sektor produktif.
Sementara itu, Suara.com melaporkan kontraksi pembiayaan modal ventura tersebut terjadi di tengah pertumbuhan sejumlah sektor pembiayaan lain, termasuk pinjaman daring yang tumbuh 25,88 persen secara tahunan hingga Juni 2026.
Munir berharap penguatan industri modal ventura tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga peningkatan kualitas portofolio, tata kelola, serta pendampingan usaha. Dengan ekosistem yang semakin solid, modal ventura diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan startup dan UMKM sekaligus mendukung ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (Sn)