NSHE Matangkan Persiapan Impounding PLTA Batangtoru, Operasional 510 MW Kian Dekat

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) mempercepat tahapan akhir menuju pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru berkapasitas 510 megawatt (MW) dengan menggelar sosialisasi pengisian awal waduk (impounding) kepada berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan itu melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga yang berada di sekitar kawasan proyek. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memastikan seluruh proses impounding berlangsung aman dan sesuai standar keselamatan bendungan.

Manajer Sosial Komunikasi NSHE, Arie Dedy Puspita, menjelaskan bahwa proses pengisian awal waduk dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada minggu pertama hingga minggu ketiga Juli 2026. Selama tahapan tersebut, perusahaan memastikan debit aliran Sungai Batangtoru ke wilayah hilir tetap dijaga sesuai ketentuan sehingga aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai tidak terganggu.

Selain memberikan pemahaman mengenai tahapan impounding, NSHE juga telah memasang papan informasi dan rambu peringatan di sejumlah titik strategis di sekitar bendungan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap area genangan selama proses pengisian waduk berlangsung.

“Kami berharap komunikasi yang terbuka dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proses impounding sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area proyek,” ujar Arie, Senin (29/6/2026).

Dari sisi teknis, manajemen NSHE menyampaikan bahwa struktur utama bendungan, sistem hidromekanikal, serta berbagai fasilitas pendukung telah rampung dibangun dan melewati serangkaian pengujian sesuai standar yang berlaku. Penyelesaian tahap impounding akan menjadi langkah penting sebelum PLTA Batangtoru memasuki fase operasi komersial.

Dengan kapasitas 510 MW, PLTA Batangtoru diharapkan memperkuat pasokan listrik di jaringan Sumatra sekaligus meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan percepatan penyelesaian proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan di Pulau Sumatra. (Sn)

Scroll to Top