Nirsentuh Diberlakukan Rencana Tahun 2023

Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto SSOS,MH.
Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto SSOS,MH.

Jakarta|EGINDO.co Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto mengatakan, Badan Pengelola Jalan Tol berencana memberlakukan pembayaran bagi pengguna jalan tol tanpa berhenti dan tanpa membuka kaca ( Nirsentuh ) atau istilah kerennya menggunakan model Multy lane Free flow ( MLFF ) dengan teknologi GNSS: sistim satelit navigasi global.

 

Ia katakan, dengan penerapan sistem Nirsentuh / MLFF akan terjadi efisiensi banyak aspek, antara lain:

a.Antrian menjadi nol detik.

b.Biaya lebih efisien.

c.Menghemat BBM .

“Alat ini berbasis teknolgi yang memerlukan dukungan alat smartphone, mekanisme operasional, bagaimana apabila alat tersebut zero saldo, dan apa sanksinya dan landasan hukumnya,”ujarnya.

Ungkapnya, denda berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas memerlukan penetapan putusan dari pengadilan.
Banyak hal yang perlu dipahami oleh pengguna jalan tol berkaitan dengan sistem tersebut sehingga sebelum diberlakukan perlu ruang sosialisasi yang cukup.

Baca Juga :  Kulon Progo Harap Pelabuhan Tanjung Adikarto Diselesaikan

Mantan Kasubdit Bin Gakkum AKBP (P) Budiyanto MH menjelaskan, Smartphone belum tentu dimiliki oleh semua orang sehingga perlu win win solution yang tidak memberatkan pengguna jasa jalan tol yang tidak memiliki Smartphone. Apabila ruang sosialisasi sudah cukup, diharapkan pelaksanaannya bertahap secara terukur. Di era digitalisasi sekarang ini penggunaan teknologi merupakan suatu keniscayaan dalam rangka membangun budaya pelayanan yang efisien dan efektif dan nilai out come yang tinggi. 

Lanjutnya, dengan penggunaan sistem Nirsentuh/ MLFF dengan teknologi GNSS sebagai bentuk inovasi yang brilian dalam rangka peningkatan pelayanan di jalan tol dan out come barang tentu adalah meningkatkan pelayanan dengan zero loss.

“Namun yang perlu kita sadari bahwa kita masih dihadapkan kepada masyarakat pengguna jalan yang beragam kemampuan dalam menyikapi dan merespon perkembangan teknologi sehingga perlu ruang yang cukup untuk sosialisasi sistem tersebut dan diberikan waktu pentahapan dalam pelaksanaannya, sehingga program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuannya,”tutup Budiyanto.

Baca Juga :  2023, APP Sinarmas Berkolaborasi Lestarikan Lingkungan

@Sadarudin

Bagikan :