Tokyo | EGINDO.co – Nippon Life Insurance asal Jepang berencana menginvestasikan 2 triliun yen (12,75 miliar dolar AS) dalam pembiayaan infrastruktur, termasuk pembangunan pusat data di Amerika Serikat, demikian dilaporkan Nikkei Asia pada hari Minggu.
• Nippon Life berniat menyalurkan modal tersebut melalui skema pembiayaan proyek (*project finance*), di mana pinjaman dilunasi menggunakan arus kas yang dihasilkan oleh proyek terkait, menurut laporan tersebut.
• Perusahaan asuransi ini memandang investasi pembiayaan proyek di AS menawarkan selisih imbal hasil (*spread*) yang menarik, yakni rata-rata lebih dari 2 persen, sekaligus membantu diversifikasi portofolio investasinya, tambah laporan itu.
• Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Pihak Nippon Life Insurance juga tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.
• Jepang merupakan salah satu pasar paling diminati oleh modal swasta global, yang mengalami gelombang merger dan akuisisi (M&A) serta transaksi real estat yang dipimpin oleh perusahaan ekuitas swasta dalam beberapa tahun terakhir.
• Meskipun perusahaan-perusahaan Jepang telah lama menanamkan modal di luar negeri akibat pertumbuhan domestik yang lesu, kembalinya inflasi telah memicu lonjakan investasi pertumbuhan di dalam negeri; sementara itu, suku bunga yang lebih tinggi dan peluang pertumbuhan di sektor-sektor seperti pusat data dan logistik membuat aset-aset Jepang menjadi lebih menarik.
• Nippon Life juga sedang mempertimbangkan pemberian pinjaman untuk proyek pusat data di Jepang hingga akhir tahun fiskal 2026 dan menargetkan untuk melipatgandakan saldo pinjaman yang beredar menjadi 2 triliun yen pada tahun fiskal 2035 dengan menambah proyek baru pada tingkat yang melebihi pelunasan pinjaman, menurut laporan tersebut.
Sumber : CNA/SL