Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah diprediksi berflutuasi namun akan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (21/3/2024), usai The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate (FFR) pada level 5,25% – 5,5%.

Pada penutupan perdagangan Rabu (20/3/2024), mata uang rupiah ditutup turun 0,04% atau 5,5 poin ke level Rp15.723 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar terpantau naik 0,15% ke level 103,640.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan saat ini, pasar terfokus pada kesimpulan pertemuan Fed pada hari Rabu, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Namun sinyal apapun mengenai rencananya untuk menurunkan suku bunga pada tahun 2024.

“Para pedagang mengkhawatirkan potensi sikap hawkish dari bank sentral, mengingat inflasi yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan selama dua bulan terakhir,” kata dia dalam riset harian, Rabu (20/3/2024).

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Untuk diketahui, The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate (FFR) pada level 5,25% – 5,5%. Meskipun demikian, para pengambil kebijakan mengindikasikan pemangkasan suku bunga pada akhir 2024.

“Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate pada 5,25% hingga 5,5% persen dengan tetap mempertimbangkan penyesuaian apa pun. Komite akan menilai dengan cermat data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko,” ujar Ketua The Fed, Jerome Powell dalam pernyataan usai pertemuan seperti dikutip dari FOMC, Rabu (21/3/2024).

Powell mengatakan salah satu pertimbangan menahan suku bunga ialah karena The Fed menilai tidak tepat untuk menurunkan suku buga acuan FFR sampai adanya keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak mendekati target 2 persen.

Baca Juga :  Hari Ini IHSG Diprediksi Rebound

“Dalam menilai sikap kebijakan moneter yang tepat, Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terhadap prospek perekonomian,” ujarnya.

Powell juga menegaskan bahwa The Fed siap untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian target dengan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan dan internasional.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur Maret (RDG) 2024. Suku bunga Deposit Facility tetap di posisi 5,25% dan Lending Facility sebesar 6,75%.

Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Akan Buka Pertemuan P20 Hari Ini

Sebelumnya konsensus para analis  juga telah memperkirakan suku bunga acuan atau BI rate kembali bertahan pada level 6%. Sebagaimana diketahui, BI sebelumnya telah mempertahankan suku bunga acuan selama 4 bulan sejak dinaikkan terakhir pada Oktober 2023 sebesar 25 basis poin.

Sementara untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.710 – Rp15.780 per dolar AS.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :