Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah hari ini akan dipengaruhi fluktuasi dolar AS menjelang rilis inflasi Amerika yang akan memberi petunjuk mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kemarin (11/10/2023), nilai rupiah ditutup menguat 0,25 persen ke Rp15.700 per dolar AS.

Pada saat sama indeks dolar AS melemah 0,03 persen ke 105,85. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif, tetapi berpotensi ditutup melemah di rentang Rp15.670-Rp15.750 per dolar AS.

“Dolar AS sebagian besar tetap terbebani oleh komentar Federal Reserve yang dovish,” kata Ibrahim dalam risetnya, dikutip Kamis (12/10/2023).

Sejumlah pejabat The Fed telah memberi isyarat dalam beberapa hari terakhir bahwa bank sentral AS mungkin tidak perlu memperketat kebijakan moneter lebih jauh dari perkiraan semula.

Baca Juga :  Hari Ini, Harga Emas Antam Di Pegadaian Lagi Mandek

Presiden Bank Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral tidak perlu menaikkan biaya pinjaman lebih jauh, dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari juga menyampaikan pernyataan serupa di kemudian hari.

Imbal hasil Treasury AS juga mengalami penurunan menyusul komentar Fed yang dovish, dengan imbal hasil dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, mencapai level terendah satu bulan di 4,9260 persen pada Selasa.

Sementara dari dalam negeri, pasar merespons positif terhadap pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen untuk tahun ini dan tahun 2024 mendatang.

Proyeksi ini tidak berubah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Sementara itu, IMF memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai 3,6 persen year-on-year (yoy) pada akhir tahun ini dan terus melandai hingga 2,5 persen yoy pada akhir tahun 2024.

Baca Juga :  Hari Ini IHSG Diprediksi Menguat, Kenaikan Bursa Global

Proyeksi tersebut diambil berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter RI. IMF mengatakan proyeksi ekonomi RI didasarkan pada kebijakan pemerintah yang mempertahankan kebijakan fiskal yang netral, disertai dengan kebijakan pajak dan reformasi administrasi yang moderat, realisasi belanja negara, dan peningkatan belanja modal secara bertahap dalam jangka menengah yang sejalan dengan ruang fiskal.

Mengutip Reuters, Kamis (12/11/2023), indeks dolar AS cenderung stabil pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat setelah pembacaan inti harga produsen AS menunjukkan inflasi yang lebih moderat pada September 2023, membuat pasar beralasan bahwa Federal Reserve sudah selesai menaikkan suku bunga.

Pasar kemudian hampir tidak bereaksi terhadap risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan lalu yang menunjukkan ketidakpastian seputar jalur perekonomian AS sehingga mendorong para pejabat The Fed mengambil sikap hati-hati saat mereka memperdebatkan apakah diperlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Baca Juga :  AS Dakwa Mantan Karyawan Apple, Curi Teknologi Untuk China

Investor menunggu rilis angka inflasi utama pada Kamis waktu setempat untuk arah lebih lanjut mengenai arah suku bunga.

Investor juga mencermati konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, yang mendorong pergerakan pasar safe-haven pada awal pekan ini.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :