Nilai Tukar Rupiah Pekan Ini Tembus Rp18.000; Berlian Moktar: Pemerintah Harus Menata Kembali Kebijakan Moneter

Brilian Moktar
Brilian Moktar, SE, MM, MH

Medan | EGINDO.com – Nilai tukar rupiah pekan ini kembali tembus diatas Rp 18.000. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tren pelemahan dalam sepekan terakhir dimana kombinasi sentimen domestik dan sentimen global turut membebani pergerakan rupiah.

Menurut catatan EGINDO.com pada penutupan rupiah di pasar spot Jum’at 10 Juli 2026 menguat 0,35% secara harian ke level Rp 18.065 per dolar AS. Namun, dalam sepekan rupiah melemah 0,56% dari posisinya di level Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat akhir pekan.

Nilai tukar Rupiah pekan ini yang menembus Rp18.000 per dolar AS jelas kondisi tersebut kurang baik bagi roda perekonomian Indonesia. Pasalnya kurang baik bagi roda perekonomian Indonesia sebab menandakan kondisi ketahanan cadangan moneter yang tidak kuat bagi perekonomian Indonesia.

Hal itu dikatakan pengamat moneter Brilian Moktar, SE, MM, MH pada Sabtu (11/7/2026) menjawab pertanyaan EGINDO.com di Medan tentang kondisi nilai tukar rupiah yang dalam sepekan pertama bulan Juli 2026, dimana tembus diatas Rp18.000,- per dollar AS.

Katanya pergerakan rupiah sepekan ini dipengaruhi sentimen domestik dan global. Dari domestik, pasar merespon negatif laporan terbaru Fitch Ratings yang memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia.

“Tentang nilai tukar rupiah yang menembus level diatas Rp 18.000,- per dolar Amerika Serikat menandakan kondisi ketahanan cadangan moneter bank Indonesia tidak akan sanggup untuk mengadakan intervensi,  apalagi terjadi beberapa kisruh di dalam negeri,” kata Brilian Moktar yang juga politisi senior dari Sumatera Utara.

Menurutnya hal yang harus dilakukan adalah pemerintah harus segera menata kembali kebijakan moneter, dari pada memberikan komentar yang akhirnya ditanggapi negative oleh masyarakat.

“Hal yang paling bijaksana, bahwa pemerintah harus mengadakan penghematan dan kembali kepada program program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan Investasi baik investasi dalam negeri maupun luar negeri,” kata Brilian Moktar menegaskan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top