Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Kurs Transaksi BI Tercatat di Level Rp16.790–Rp16.959 per Dolar AS

ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi. Lembaran uang rupiah nominal Rp100.000 dan Rp 50.000 yang ada di tangan masyarakat.

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan terbaru nilai tukar rupiah melalui Kurs Transaksi Bank Indonesia (JISDOR) pada 14 Januari 2026. Berdasarkan data resmi tersebut, rupiah berada pada kisaran Rp16.790,63 per dolar AS untuk kurs beli dan Rp16.959,38 per dolar AS untuk kurs jual.

Pergerakan ini mencerminkan penguatan tipis rupiah dibandingkan posisi sebelumnya, sekaligus menandakan stabilitas nilai tukar di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih diwarnai ketidakpastian. Tekanan eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), fluktuasi imbal hasil obligasi AS, serta perkembangan geopolitik global, masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, stabilitas rupiah tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Instrumen stabilisasi moneter, pengelolaan likuiditas, serta sinergi kebijakan dengan pemerintah dalam menjaga inflasi dan kesinambungan fiskal turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah.

Bagi dunia usaha, pergerakan nilai tukar yang relatif terkendali memberikan kepastian dalam perencanaan biaya, khususnya bagi sektor yang bergantung pada impor bahan baku dan barang modal. Sementara itu, bagi sektor ekspor, stabilitas rupiah membantu menjaga daya saing produk nasional di pasar global tanpa menimbulkan tekanan berlebihan dari sisi biaya produksi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi global dan domestik, termasuk arah kebijakan moneter global serta perkembangan inflasi dalam negeri. Bank Indonesia diperkirakan tetap berada pada jalur kebijakan yang prudent guna memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga, sekaligus mendukung momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)

Scroll to Top