NATO Tidak Akan Mentolerir Aksi Hibrida terhadap Negara Anggotanya

Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO
Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO

Cernobbio | EGINDO.co – Negara-negara anggota NATO tidak boleh menoleransi tindakan perang hibrida yang disengaja, dan Amerika Serikat akan mendampingi negara-negara tersebut dalam menghadapi insiden-insiden semacam itu, ujar Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO, pada hari Sabtu (5 September).

Whitaker mengatakan bahwa upaya serangan pesawat nirawak (drone) bulan lalu di Bandara Leipzig/Halle, Jerman—yang oleh Berlin dituduhkan sebagai ulah Rusia—lebih mengkhawatirkan dibandingkan insiden-insiden lain yang baru-baru ini dihadapi anggota NATO akibat drone Rusia yang menyimpang dari jalur saat menargetkan Ukraina.

“Lalu ada apa yang saya sebut sebagai tindakan hibrida yang lebih mengkhawatirkan, seperti yang kita lihat di Leipzig dan Polandia,” kata Whitaker saat berbicara di sela-sela konferensi bisnis di Italia.

Anggota NATO harus bersiap, waspada, dan juga menyampaikan pesan tegas saat menghadapi tantangan akibat peristiwa-peristiwa ini, ujarnya.

“Jika kita bisa mengidentifikasi pelakunya—seperti yang dilakukan Jerman—kita harus memastikan untuk menyatakan dengan tegas bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dan tidak akan kita toleransi,” kata Whitaker.

Infrastruktur vital, termasuk aset energi, bisa menjadi sasaran dan harus dipantau oleh otoritas nasional, tambahnya.

Respons terhadap tantangan-tantangan ini pada dasarnya bersifat nasional, namun Amerika Serikat mendukung negara-negara tersebut saat mereka menghadapi tindakan-tindakan semacam itu, ujarnya.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top