Mulyasari Lokasi Pabrik Kertas Industri Dibangun Indah Kiat

Indah Kiat
Pabrik pulp and paper Indah Kiat

Mulyasari | EGINDO.co – Lokasi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang dikenal dengan Indah Kiat membangun pabrik kertas industri baru dengan total biaya investasinya maksimal sebesar Rp 57,14 triliun.

Informasi yang dihimpun EGINDO.co menyebutkan ada pun lokasinya di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Karawang dimana lokasi tepatnya di sebelah Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang.

Untuk itu tanah yang akan dibeli INKP adalah 34 bidang tanah milik PKP di Kutanegara, Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat seluas kurang lebih 2,08 juta meter bujur sangkar dan 8 bidang tanah milik PCI yang juga di Ciampel, Kabupaten Karawang dengan total luas 1,13 juta meter bujur sangkar.

Baca Juga :  Foxconn Butuh Persetujuan Pemerintah Untuk Investasi China

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, INKP berencana membangun fasilitas produksi (pabrik) tambahan yang akan memproduksi kertas industri dengan kapasitas 3,9 juta ton per tahun. Dimana Indah Kiat telah menandatangani akta perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dengan PT Persada Kharisma Perdana (PKP) dan PT Paramacipta Intinusa (PCI) pada 8 September 2023 lalu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indah Kiat, Heri Santoso kepada wartawan mengatakan Perseroan telah menandatangani kesepakatan bersama dengan PKP dan PCI sehubungan dengan rencana perseroan untuk melakukan transaksi pembelian tanah.

Adapun total nilai rencana transaksi adalah sebesar Rp 247,93 miliar. Dengan rincian, untuk harga tanah PKP adalah sebesar Rp145,92 miliar dan untuk harga tanah PCI sebesar Rp 102 miliar.

Baca Juga :  Jakarta, Bogor, Tangerang PPKM Level 3, Bentuk Task Force

Pabrik kertas industri yang berlokasi di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Karawang itu pada Kawasan Industri Surya Cipta yang dikelola oleh anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk. Dimana pabrik kertas industri itu beserta sarana pendukungnya akan dibangun oleh INKP dengan total biaya investasinya maksimal sebesar US$, 3,63 miliar atau setara Rp 57,14 triliun apa bila menggunakan kurs tengah BI per 31 Desember 2022 US$ 1 = Rp 15.731. Total biaya investasi tersebut nilai sudah termasuk dengan pembelian mesin dan peralatan yang diperlukan.@

Bs/fd/timEGINDO.co

Bagikan :